Berita Muara Enim Untuk Rakyat

Pemkab Muara Enim Galakkan Sekolah Ramah Anak, Antisipasi Kekerasan Terhadap Anak

Sebenarnya, ada 300 sekolah yang akan diusulkan secara sistem sudah menerapkan ramah anak, hanya saja memang perlu status secara nasional. 

Editor: Sri Hidayatun
Humas Pemkab Muara Enim
Pemkab Muaraenim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menggalakkan sekolah ramah anak di Kabupaten Muaraenim. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak terutama di lingkungan sekolah,Pemkab Muaraenim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan menggalakkan sekolah ramah anak di Kabupaten Muaraenim.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Muaraenim,Vivi Maryani mengatakan bahwa kekerasan yang melibatkan anak, tentu menjadi perhatian bagi pemerintah kabupaten Muara Enim yang sudah memiliki upaya dalam mengatasinya.

"Salah satunya, saat ini sudah memiliki forum anak di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Muara Enim. Tugas mereka menjadi pelopor dan pelapor kalau melihat adanya kekerasan terhadap anak yang ada di sekitarnya," ujarnya. 

Dan, lanjut Vivi, saat ini sudah ada sekolah yang diberikan pelatihan mulai dari Paud hingga SMA dimana fasilitasnya harus sesuai standar. "Misalnya toilet, fasilitas sekolah dan lain lain," bebernya. 

Baca juga: Kaffah Resmikan Ponpes Fathul Ulum

Baca juga: Datangi SMAN 1 Muara Enim, Kaffah Motivasi Siswa Pentingnya Pendidikan

Lalu, sebuah sistem yang dibuat agar tidak ada lagi yang namanya Bully di kalangan pelajar, juga mengantisipasi apabila ada kekerasan terhadap anak. 

"Dan bagaimana sekolah memperlakukan anak dengan adil dan merata," ungkapnya. 

Saat ini juga, sudah ada sekolah ramah anak yang sudah dinyatakan berstandar nasional, di Sumsel hanya ada satu yakni di SD TEL.

 "Tahun ini kami akan ajukan lagi 2 SD dan 2 SMP untuk dinyatakan sekolah ramah anak berstandar nasional," tuturnya. 

Sebenarnya, ada 300 sekolah yang akan diusulkan secara sistem sudah menerapkan ramah anak, hanya saja memang perlu status secara nasional. 

"Artinya itu sebagai role model, dengan harapan sekolah lain juga akan menerapkannya," terangnya. 

Dalam pencegahan, juga selalu dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat dimana dulunya ke desa desa sekarang di kecamatan.

"Sehingga skalanya besar, ini juga sekaligus pencegahan terhadap kekerasan terhadap perempuan," tukasnya. 

Beberapa hal tersebut menjadi upaya dari pemkab muara enim agar kekerasan yang melibatkan anak baik itu sebagai pelaku maupun korban.

"Tentunya kami juga berkoordinasi dengan stakeholder lain mengingat ini tidak bisa dilakukan sendiri," pungkasnya.

Baca berita menarik lainnya di google news
 
 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved