Berita Selebriti

Pengakuan Tamara Bleszynski Tertekan Saat Tandatangani Pernyataan Biaya Pengobatan Ayahnya, Faktanya

Bukan tanpa sebab. Tamara Bleszynski tertekan karena saat itu tengah berduka dan kebingungan saat orang tuanya sakit.

Editor: Slamet Teguh
Dokumentasi Tamara Bleszynskiofficial
Pengakuan Tamara Bleszynski Tertekan Saat Tandatangani Pernyataan Biaya Pengobatan Ayahnya, Faktanya 

TRIBUNSUMSEL.COM - Tamara Bleszynski mengaku tertekan saat menandatangani surat perjanjian dengan Ryszard Bleszynski, kakaknya.

Hal tersebut diutarakan oleh Djohansyah, pengacara Tamara Bleszynski, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2023). 

Bukan tanpa sebab. Tamara Bleszynski tertekan karena saat itu tengah berduka dan kebingungan saat orang tuanya sakit.

Namun, Djohansyah juga menyebutkan jika surat pernyataan tersebut tak mengandung kekuatan hukum.

Djohansyah menyebutkan, jika surat perjanjian tersebut berisi kesepakatan bersama untuk membiayai pengobatan ayah mereka.

Ketika itu Zbigniew Bleszynski, ayah Tamara Bleszynski dan Ryszard Bleszynski, dirawat di El Camino Hospital, California, Amerika Serikat.

"Yang digugat (Ryszard Bleszynski) adalah surat pernyataan tahun 2001, bukan surat kesepakatan," kata Djohansyah, pengacara Tamara Bleszynski, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2023). 

Ryszard Bleszynski menggugat Tamara Bleszynski terkait perkara dugaan wanprestasi (ingkar janji) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sidang pertama dengan agenda mediasi akan digelar pada 8 Februari 2023.

Menurut Djohansyah, gugatan Ryszard Bleszynski tersebut terkait dengan surat yang menyatakan Tamara Bleszynski bersedia membayar biaya pengobatan ayahnya selama dirawat El Camino Hospital medio 2001.

Namun, Ryszard Bleszynski menuding Tamara Bleszynski belum menyelesaikan pembayaran tersebut hingga saat ini.

Djohansyah menyebutkan, Tamara Bleszynski tertekan saat menandatangani surat pernyataan itu.

Saat itu Tamara Bleszynski menandatangani surat pernyataan ketika sedang berduka lantaran ayahnya meninggal dunia. 

"Surat pernyataan dibuat bulan Desember 2001 dan ayahnya meninggal bulan November 2001," ujar Djohansyah.

"Tamara masih dalam tekanan karena ayahnya baru meninggal," lanjutnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved