BNNP Sumsel Sita 115 Kg Sabu
Penangkapan Sabu 115 Kg di Palembang, Kriminolog UMP Sri Sulastri: Ibarat Gula Dikerumuni Semut
Kriminolog dari UMP Sri Sulastri turut mengomentari penangkapan sabu 115 kg di Palembang, ibaratkan narkoba seperti gula dikerumuni semut.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kriminolog dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Sri Sulastri turut mengomentari penangkapan sabu 115 kg di Palembang yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel.
Menurut Sri Sulastri, bisnis narkoba sangat menggiurkan dengan untung besar.
Ia mengibaratkan narkoba seperti gula yang dikerumuni semut, sehingga banyak orang yang selalu ingin mendekatinya.
"Pastinya narkoba ini menggiurkan dari sisi ekonomi, dan semua orang akan mendekatinya, " kata Sri, Rabu (25/1/2023).
Di sisi lain, secara geografis Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki perairan yang sulit dipantau oleh aparat menjadikan peredarannya terus terjadi melalui pelabuhan tikus yang ada.
"Ibaratnya narkoba sekarang sudah mengepung desa, dimana banyak pelabuhan tikus yang jadi tempat pendistribusian, padahal aparat dalam hal ini kepolisian jumlahnya terbatas. Sehingga dengan wilayah yang luas tak sebanding dengan yang mengawasinya, " papar Sri.
Baca juga: BNNP Sumsel Ungkap Penangkapan Sabu 115 Kg di Palembang, Tangkapan Besar Awal Tahun 2023
Kemudian dengan ekonomi yang menggiurkan, para pengguna narkoba saat ini banyak yang menjadi pengedar atau bandar, karena kebutuhan dan sudah memiliki jaringan.
"Mereka (pelaku) tahu seluk beluk peredaran narkoba dan keinginannya terus mengkonsumsi narkbo, yang selama ini memiliki jaringan tutup mulut, " ungkapnya.
Sri melihat, dengan adanya penangkapan narkoba dengan jumlah 115 Kg sabu- sabu itu, jelas hal itu bukan hanya pengedar melainkan jumlah besar dan mendekati sentral utama peredaran narkoba yang ada.
"Jelas ini jumlah yang besar, dan bukan hanya berhubungan dengan pengedar saja tapi bandar besar juga, " tandasnya.
Ditambahkan Sri, masalah narkoba bukan masalah biasa dan sudah menjadi perhatian serius dari aparat dan pemerintah, sehingga perlu sosialisasi lebih intens khususnya anak- anak sekolah atau anak muda yang mudah terpengaruh.
"Sosialisasi selama ini kurang saya lihat, dan tidak menyampaikan dampak bagi kesehatan , sebab jika sudah menggunakan narkoba dua pilihan, yaitu nantinya rumah sakit arau kuburan. Selama ini pengguna atau pengedar narkoba tidak kapok dipenjara, yang malahan tak menutup kemungkinan lebih bebas menggunakannya dan hukumannya yang ringan, jika punya uang bisa mengatasinya, " tandas Sri.
Selain itu, peran keluarga selain sekolah juga penting, dalam memutus rantau penggunaan dan penyebaran narkoba, dengan begitu anak bangsa bisa terlindungi.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel menggagalkan penyelundupan 115 kilogram sabu-sabu dari seorang pengedar di Jalan Kolonel Dani Efendi, Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarame, Palembang.
Dari foto yang beredar, terlihat seorang tersangka narkoba diduga bandar diringkus di hadapan ratusan bungkus sabu-sabu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.