Berita Palembang

Sopir Innova Kecelakaan Maut Simpang Dogan Palembang Baru Belajar Mobil, Respon Keluarga Korban

Terungkap sopir Innova kecelakan maut Simpang Dogan Palembang baru belajar sehingga belum begitu lancar mengendarai mobil.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Sopir Innova kecelakaan maut Simpang Dogan Palembang baru belajar sehingga belum begitu lancar mengendarai mobil. Suasana di rumah duka orangtua pasutri tewas kecelakaan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terungkap sopir Innova kecelakan maut Simpang Dogan Palembang baru belajar sehingga belum begitu lancar mengendarai mobil .

Hal ini disampaikan Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Arham Sikakum.

Menurut Iptu Arham, dari informasi yang dihimpun, sopir mobil Innova Reborn yakni Endang Kusumawati (38) baru belajar mobil.

"Informasinya begitu, belum begitu lancar bawa mobil. Masih belajar, " ujar Kakum.

Saat ini sopir Innova masih dalam penyidikan Lantas Polrestabes Palembang.

"Sopir masih dalam penyidikan, " katanya.

Baca juga: Perintah Ketua Umum Megawati Kader Harus Turun ke Bawah, DPD PDIP Palembang Buka Dapur Umum

Di sisi lain, keluarga dari Nindia korban kecelakaan di Simpang Dogan yang meninggal dunia usai ditabrak oleh sebuah mobil Kijang Innova Reborn ingin sopir yang menabrak anak dan menantunya dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Sutan Harahap (60) ayah Nindia mengatakan, peristiwa tragis yang menimpa anak dan menantu harus diberi balasan yang setimpal.

"Yang berbuat harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku karena sudah menyebabkan hilangnya nyawa anak-anak kami, " kaya Sutan usai pemakaman di TPU Sako, Jalan Sematang Borang, Senin (23/1/2023).

Ia mengaku sama sekali tidak ada firasat sebelum peristiwa kecelakaan. Korban sehari-hari adalah sosok yang ramah dengan semua orang.

"Tidak ada firasat sama sekali, " katanya.

Sementara Riski kakak kandung Nindia mengatakan jika pasutri itu hendak pulang dari silaturahmi di rumah pimpinan tempat Syafrullah bekerja.

"Almarhum dan almarhumah itu dari tempat bos nya silaturahmi Imlek. Mau pulang, tiba-tiba kecelakaan di sana, " ujarnya.

Disebutkan jika keduanya baru pindah 2 minggu di Perum Griya Lembah Hijau.

"Baru dua minggu pindah ke sana sebelumnya tinggal di rumah orangtua," katanya.

Terungkap fakta pasutri Syafrullah (33) dan Nindia (31) yang jadi korban lakalantas di Simpang Dogan pada Minggu (22/1/2023).

Kini kedua jenazah sudah dimakamkan berdampingan di TPU Sako, Jalan Sematang Borang.

Sosok Syafrullah korban tewas bersama istri kecelakaan maut Simpang Dogan Palembang diungkap pimpinan tempatnya bekerja.

Sebelum kejadian nahas yang menyebabkan keduanya meninggal dunia, ternyata sempat berkunjung ke rumah pimpinan tempat Syafrullah bekerja di salah satu Bimbel di Jalan Sukabangun 2.

Syafrullah diketahui bekerja sebagai guru Bimbel Polipop selama 8 tahun.

Deny (40) pimpinan tempat Syafrullah bekerja di Bimbel Polipop mengatakan, korban bersama istri dan anaknya sempat mengunjungi rumahnya dalam rangka silaturahmi saat Perayaan Imlek.

"Almarhum sempat ke rumah saya kan lagi Imlek, jadi dia dan teman-teman kerja lainnya berkumpul, " kata Deny saat menghadiri pemakaman di TPU Sako Jalan Sematang Borang, di Kecamatan Sako, Senin (23/1/2023).

Deny menyebut ada beberapa kata-kata terakhir di sela silaturahmi Syafrullah beserta istri ke rumahnya. Almarhum Syafrullah mengajak semua orang yang datang ke rumahnya untuk foto bersama.

"Dia bilang, 'ayok kita foto bareng rame-rame', " katanya.

Setelah dari rumahnya, Syafrullah pamit untuk berkunjung ke rumah murid-murid Bimbelnya.

Satu lagi kata-kata yang pernah diucapkan kepada dirinya dan rekan kerja saat berkumpul di rumah yakni menyampaikan jika anaknya nanti akan memanggil semua rekan kerja adalah mami.

"Syafrullah bilang kalau nanti anaknya besar, kami semua yang koko dan cece dipanggil Papi Mami saja, " ungkapnya.

Almarhum dikenal baik dan periang selama mengajar, hal ini terbukti dari banyak anak murid bimbel yang senang dengan almarhum.

"Banyak anak muridnya yang senang sama dia. Ya semua merasa kehilangan almarhum, " ujarnya.

Syafrullah (33) dan Nindia (31) pasutri korban kecelakan maut Simpang Dogan Palembang, Minggu (22/1/2023) sore sudah tiba di rumah duka di Jalan Nangka 3 Blok N7 RT 25 RW 04 Kompleks Multi Wahana, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang.

Dania Bayi 8 Bulan Kritis

Kedua jenazah rencananya dimakamkan di TPU Sematang Borang ba'da atau setelah Zuhur.

Kondisi bayi anak semata wayang pasutri itu yakni, Dania Elshanum Nuwaira yang baru berusia 8 bulan dan tengah dalam kondisi kritis di UGD RSMH Palembang.

Pantauan Tribunsumsel.com, keluarga, tetangga dan kerabat sudah mendatangi rumah duka yang merupakan kediaman orangtua Nindia.

Sebelum pindah ke Perum Griya Lembah Hijau, korban tinggal di rumah orangtua.

"Setelah menikah, keduanya memang tinggal di sini, baru sekitar satu mingguan pindah ke rumah yang baru," ungkap Ketua RT 25, Tatang Kusnadi, Senin (23/1/2023).

Tatang mengaku terkejut begitu mendapatkan kabar duka tersebut pada Minggu (22/1/2023) malam.

"Kami baru dapat kabar malamnya. Setelah mendengar kabar itu kami dan tetangga disini menyiapkan segala keperluan untuk menunggu kedatangan jenazah semalam, " katanya.

Sebelumnya, terungkap identitas satu keluarga yang menjadi korban kecelakaan maut di simpang Dogan Jalan Residen H Amaludin Kecamatan Sako, Palembang, Minggu (22/1/2023) sekitar pukul 15.40 WIB.

Diketahui, kecelakaan ini dialami satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak balitanya berusia 8 bulan saat berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Revo BG 4503 ACE.

Dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia yakni Syafrullah (33) yang berprofesi sebagai guru dan istrinya Nindia Kesuma (31).

Keduanya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Rumah sakit umum Pusat Dr Muhammad Hoesin akibat luka berat di kepala.

Sementara anak korban yang masih berusia 8 bulan bernama Dania Elshanum Nuwairah masih dalam perawatan di RSMH karena kondisi yang kristis.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved