Berita Lubuklinggau

Melihat Hotel Transit Lubuklinggau, Hotel Klasik Ditengah Pesatnya Hotel Baru

Hotel Transit Lubuklinggau dengan harga kamar cukup murah dikisaran Rp 250 ribu permalam, kualitas kamar kita juga bagus dan bersih

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Salah satu pengunjung saat memarkirkan kendaraannya di depan Hotel Transit Lubuklinggau, Senin (23/1/2023) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Hotel Transit Lubuklinggau tetap bertahan ditengah pesatnya pembangunan hotel baru di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel)

Hotel Transit yang berada di Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau memuat banyak cerita sejarah asal Kabupaten Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara.

Hotel bergaya klasik dipinggir jalan protokol kota lubuklinggau kini mulai sepi pengunjung.

Rahmat Sugeng salah satu pegawai Hotel Transit mengatakan sekarang pengunjung hotel sepi tidak ramai dulu lagi.

"Kadang ada kadang tidak (pengunjung). Paling banyak empat sampai lima orang," ungkap Rahmat pada Tribunsumsel.com, Senin (23/1/2023).

Menurut Rahmat kalahnya bersaing Hotel Transit karena banyaknya hotel baru di Lubuklinggau, diperparah sekarang banyak hotel di Lubuklinggau sudah menggunakan aplikasi.

"Kita ini tidak pakai aplikasi sistemnya masih manual, tamu tidak bisa pesan dari jauh, mereka datang baru bisa pesan," ungkapnya.

Rahmat mengatakan pengunjung hotel ini sepi diawali pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu, bahkan Hotel Transit  ini kala itu sempat mati suri.

"Pandemi kemarin kita mati suri, karena jalanan tengah kota ditutup jadi masyarakat tidak ada yang datang nginap kecuali pengunjung yang sudah tahu," ujarnya.

Akibat sepinya pengunjung saat ini, hotel yang memajang sejumlah cerita perjuangan di lorong-lorong hotel ini hanya mengoperasikan 10 kamar dari puluhan kamar yang ada.

Termasuk untuk mengurangi biaya operasional pihak pengelola hotel tidak lagi memasak sarapan langsung untuk pengunjung, melainkan sudah membeli dari luar.

"Sarapan lontong dan nasi uduk kami beli dari luar, kalau masak sendiri rugi karena tidak sebanding dengan biaya operasional," ungkapnya.

Baca juga: Imlek 2023, Pria Mirip Kim Jong Un di Lubuklinggau Ucap Syukur Diberi Kesehatan

Menurut Rahmat Hotel Transit awalnya sempat mau dijual, akhirnya hasil rembuk keluarga hotel tersebut tetap operasi tapi lebih kepada menjaga tetap eksis.

Karena semua pernik-pernik hotel ini bergaya klasik dan bersejarah, apabila mau direnovasi butuh biaya besar.

"Akhirnya ada tidaknya pengunjung tetap operasi, untuk harga kamar cukup murah dikisaran Rp 250 ribu permalam, kualitas kamar kita juga bagus dan bersih, walaupun tak sebagus hotel baru," ujarnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved