Berita Palembang

Cerita Aris Petugas Pemasang Lampion di Klenteng Dewi Kwan Im, Kesetrum Sudah Biasa

Petugas pemasang Lampion di Kelenteng Dewi Kwan Im, Aris mengatakan ia sudah 15 tahun bekerja dan kesetrum hal biasa.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Petugas pemasang Lampion di Kelenteng Dewi Kwan Im, Aris mengatakan ia sudah 15 tahun bekerja dan kesetrum hal biasa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Klenteng Candra Nadi Soei Goeat Kiong (Dewi Kwan Im) yang ada di Kawasan 10 Ulu Palembang, terlihat indah dengan dihiasi ratusan lampion.

Siapa sangka untuk memasang lampion ini bukanlah suatu hal yang mudah, karena berkaitan dengan instalasi listrik.

Petugas pemasang Lampion di Kelenteng Dewi Kwan Im, Aris mengatakan ia sudah 15 tahun menjadi petugas pemasang lampion dan kesetrum hal biasa.

"Tersengat listrik atau kesetrum sudah biasa," kata Aris saat diwawancarai di Kelenteng Candra Nadi Soei Goeat Kiong (Dewi Kwan Im), Kamis (19/1/2023)

Pria yang sudah berusia 43 tahun ini mengatakan, meskipun kesetrum sudah biasa paling hanya terkejut saja.

Biasanya kesetrum itu karena tidak tahu kalau di titik tersebut ada api.

"Untuk itulah memang perlu kehati-hatian dalam memasang lampion ini. Terlebih kalau musim hujan, kalau hujan berhenti dulu pasangnya," ungkapnya.

Baca juga: Jalan Pasar 16 Ilir Palembang Rusak Becek Bergelombang, Tanggapan Dinas PUPR Palembang

Menurut Aris, untuk memasang lampion ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti mengecek lampion yang akan dipasang.

Kemudian disetel baik itu kawat, kabel dan lain-lain.

Lalu diberi lem supaya air hujannya tidak masuk. Untuk memasangnya juga diukur jarak satu dan lainnya biar sama dan terlihat cantik. Dalam satu tali ini ada yang 15-20 lampion, untuk pemasangan ini sudah selesai dalam waktu satu Minggu.

"Untuk lampionnya sendiri diorder dari Malaysia oleh pihak klenteng, kalau saya hanya memasang saja. Kalau dulu ada sekitar 3.000 lampion, tapi tahun ini yang dipasang sekitar 500 an," kata pria yang memiliki empat orang anak ini

Aris menceritakan, penghasilannya sebagai pemasangan lampion dibayar per hari. Dalam satu hari Rp 200 ribu. Kalau sehari-hari pekerjaan sebagai pemasangan instalasi listrik.

"Penghasilan yang ada disyukuri aja. Cukup nggak cukup ya dicukupi. Kebetulan juga kalau sekarang anak saya dua sudah selesai sekolah tinggal dua lagi yang masih SMP dan SMA," bebernya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved