Berita Nasional

FAKTA Mayor BF Paspampres Diduga Rudapaksa Kowad, Ternyata Suka Sama Suka Tidak dengan Paksaan

Inilah sosok Mayor BF Paspampres yang rudapaksa ke Prajurit wanita TNI di Bali. Ternyata tidak ada paksaan alias suka sama suka

Kolase Tribun
Inilah sosok Mayor BF Paspampres yang rudapaksa ke Prajurit wanita TNI di Bali. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah sosok Mayor BF Paspampres yang rudapaksa ke Prajurit wanita TNI di Bali.

Dari hasil penyelidikan, ternyata tindakan asusila yang dilakukan Mayor BF ke Prajurit wanita TNI AD atau Kowad bukan atas dasar paksaan melainkan suka sama suka.

Fakta ini diketahui setelah dilakukan penyelidikan oleh Penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Namun tidak ditemukan bukti adanya kasus rudapaksa.

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengatakan dari hasil penyelidikan sementara perwira Paspampres dan prajurit wanita TNI melakukan tindak asusila atas dasar suka sama suka tanpa ada unsur pemaksaan.

Baca juga: FAKTA Kasus Paspampres Diduga Rudapaksa Kowad, Ternyata Tidak dengan Paksaan, Suka Sama Suka

"Dari hasil pemeriksaan atau pengembangan baru yang menyatakan atau yang mengindikasikan ini tidak dilakukan dengan paksaan. Artinya suka sama suka dan beberapa kali. Dan itu bukan pemerkosaan sehingga arahnya keduanya menjadi tersangka," ujarnya pada Kamis (8/12/2022) dikutip dari Kompas.com.

Lantas siapakah sosok Mayor BF ini ?

Terkuat fakta dari kasus perwira Paspampres diduga rudapaksa Prajurit wanita TNI AD di Bali. Ternyata tindakan asusila tersebut bukan terjadi karena paksaan, melainkan suka sama suka.
Terkuat fakta dari kasus perwira Paspampres diduga rudapaksa Prajurit wanita TNI AD di Bali. Ternyata tindakan asusila tersebut bukan terjadi karena paksaan, melainkan suka sama suka. (TribunPapua/istimewa)

Mayor BF merupakan perwira menengah yang menjabat sebagai wakil komandan di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Mayor Infanteri BF.

Sementara korban merupakan perwira muda perempuan Divisi Infanteri 3/Kostrad, Letda Caj (K) GER berpotensi sebagai tersangka.

Kasus ini terjadi saat tersangka dan korban bertugas di acara KTT G20 pada 15-16 November 2022.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda Kisdiyanto membenarkan penetapan tersangka kepada Mayor BF.

"Oknum sudah jadi tersangka dan ditahan di Pomdam Jaya," jelasnya pada Minggu (4/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Nasib Paspampres dan Prajurit TNI yang Disebut Dirudapaksa, Kini Malah Sama-sama Terancam Dipecat

Ia mengatakan penahanan terhadap Mayor BF akan dilakukan selama 20 hari terhitung sejak Sabtu (3/12/2022).

Kisdiyanto menjelaskan jika tersangka akan dijerat dengan pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Semua pasal yang berkaitan dengan pemerkosaan akan diterapkan," terangnya.

Mayor BF terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun jika dijerat dengan pasal tersebut.

Baca berita lainnya di Google News

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved