Berita Palembang
Dermaga 7 Ulu Palembang Dibuat Modern Berbasis Digital, Pemerintah Anggarkan Rp 70 Miliar
Pemerintah pusat menganggarkan Rp 70 miliar untuk pembangunan Dermaga 7 Ulu Palembang. Nantinya dermaga dibuat modern berbasis digital.
Penulis: Widya Tri Santi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah pusat menganggarkan dana Rp 70 miliar untuk pembangunan Dermaga 7 Ulu Palembang.
Nantinya Dermaga 7 Ulu Palembang dibuat dengan konsep dermaga modern berbasis digital dan paperless.
Nantinya, tujuan trayek Dermaga 7 Ulu Palembang untuk wilayah Sumsel melalui urat nadi Sungai Musi.
Proyek pembangunan Dermaga 7 Ulu Palembang ini merupakan kegiatan peningkatan Pelabuhan 7 Ulu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub RI melalui Program Quick Wins di Kota Palembang.
Pendanaan dilakukan dalam tiga tahun anggaran 2021 – 2023 dengan kontrak multi years dari APBN.
Pembangunan Dermaga 7 Ulu Palembang ini sesuai dengan Surat Walikota Palembang Nomor :899/001375/Dishub/2018 Tanggal 6 Agustus 2018 Terkait Usul Pengembangan Saranan Dan Prasarana Angkutan Sungai di 16 Ilir dan 7 Ulu Palembang.
Baca juga: Jatanras Tangkap Dua Penodong di Jembatan Ampera Palembang, Waspadai Modusnya
Kepala BPTD Wilayah VII Sumsel dan Babel Fahmi mengatakan, terlaksananya kegiatan peningkatan Pelabuhan Sungai 7 Ulu (Program Quick Wins) Kota Palembang tahun anggaran 2021 – 2023 dengan skema kontrak tahun jamak (Multi Years Contract) selama 3 tahun.
"Dengan total alokasi anggaran kurang lebih Rp. 70 miliar dan diharapkan pekerjaan akan lebih cepat selesai sebelum akhir tahun 2023 yang targetkan di pertengahan 2023," ucap Fahmi.
Dermaga 7 Ulu ini adalah program perapian kawasan Ampera maka konsep bangunan modern menjadi semangatnya, tanpa melupakan unsur kearifan lokal.
"Ke depan, konsep layanan pun akan kita sentuh dengan teknologi berbasis digital, paperless tentunya dalam hal pemberian perizinan, kelaikan kapal berbasis online, yang sudah menjadi tuntutan di jaman sekarang ini," ucap dia.
Lebih lanjut ia menuturkan, dermaga nanti nya dibagi dua yaitu angkutan penumpang dan barang. Proyek ini nanti ada tiga pekerjaan.
"Pekerjaan dermaga terminal penumpang dengan kapasitas apung floating sebesar 98 ton dengan berat dinamis sebesar 58 ton," tuturnya.
Lalu, pekerjaan dermaga terminal barang (Jukung) dengan kapasitas apung floating sebesar 96 ton dengan berat dinamis sebesar 66 ton, dan pekerjaan plaza dermaga.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus mengatakan, prinsip penataan Dermaga 7 Ulu dan 16 Ilir hampir sama yang difungsikan untuk naik-turun penumpang serta bongkar muat barang yang sifatnya lokal dalam wilayah Sumsel melalui urat nadi sungai Musi.
"Tujuan sampai ke OI, OKI, Banyuasin, Muba yang sifat untuk kebutuhan rumah dan bisnis untuk jualan barang kelontongan," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pembangunan-Dermaga-7-Ulu-Palembang-konsep-modern-berbasis-digital.jpg)