Berita Palembang

Update Harga Karet Sumsel 2 Desember 2022, Naik Tipis Paling Tinggi Jadi Rp 20.511 per Kg

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini kembali naik tipis dibanding harga kemari

TRIBUNSUMSEL.COM
Update harga karet KKK 100 persen dibandrol Rp 20.511 per kg atau naik Rp 150 per kg, Jumat (2/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini kembali naik tipis dibanding harga kemarin.

Hrga karet KKK 100 persen dibandrol Rp 20.511 per kg atau naik Rp 150 per kg, Jumat (2/12/2022).

Naiknya harga karet ini karena nilai tukar rupiah semakin melemah tukar rupiah terhadap dollar.

Hal ini juga dibarengi naiknya harga karet dunia sehingga harga secara keseluruhan ikut terkerek naik.

Kenaikan harga karet hari ini merupakan yang pertama kali di pekan ini karena bisa melampaui harga di atas Rp 20 ribu per kg.

Baca juga: UMK OKU Timur tahun 2023 sudah ditetapkan, Naik Setara UMP Sumsel

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada Jumat (2/12/2022) dibandrol Rp 20.511 per kg atau naik Rp 150 per kg dibanding harga kemarin, Kamis (1/12/2022) dibandrol Rp 20.361 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 150 per kg dibandingkan indikasi karet Kamis (1/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Jumat (2/12/2022).

Naiknya harga KKK 100 persen juga diikuti naiknya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.459 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.408 per kg.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling Palembang Terbaru 2022, Syarat Bayar Pajak Tahunan

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.357 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.306 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.255 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp 8.204 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)

Baca artikel menarik lainnya di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved