Berita Pagaralam

Pengrajin Tempe dan Tahu di Pagaralam Dapat Subsidi Pembelian Kedelai Rp 3 Ribu

Pemkot Pagar Alam melakukan upaya pemberitan subsidi pembelian kedelai kepada 86 pengrajin tempe dan tahu di Pagalaram.

SRIPOKU/WAWAN
Tampak salah satu pabrik tahu di Kota Pagar Alam yang saat ini masih beroperasi meskipun harga bahan baku Kedelai sedang naik. Pengrajin Tempe dan Tahu di Pagaralam Dapat Subsidi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM- Terus naiknya harga bahan baku pembuatan Tahu dan Tempe yaitu Kacang Kedelai membuat banyak pengrajin atau pengusaha Tahu dan Tempe di Kota Pagar Alam harus memutar otak agar tetap bisa bertahan dan berproduksi.

Bahkan beberapa waktu para pengrajin tahu di Pagar Alam sempat mogok produksi karena dinilai modal produksi dengan hasil penjualan tidak menghasilkan untung. Meskipun sempat mencoba menaikan harga jual tahu, namun dinilai tidak efektif dan membuat jumlah penjualan tahu menurun.

Alhasil para pengrajin tahu terpaksa harus mengecilkan ukuran tahu mereka agar bisa tetap menjual tahu dengan harga normal yaitu Rp1.000 pertiga potong tahu.

Melihat hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam melakukan upaya pemberitan subsidi harga dengan cara memberikan potongan harga pembelian kedelai kepada 86 pengrajin tahu dan tempe di Pagar Alam.

Pemkot melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) memberikan subsidi harga sebesar Rp3.000 perkilogram untuk 40 kilogram setiap hari kepada 86 pengrajin selama 23 hari kedepan.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni didampingi PLT Kadis Perindagkop Joni mengatakan, bahwa program pemberitan subsidi kepada pengrajin tahu dan tempe ini sebagai upaya mengatasi dampak inflasi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Kita memberikan subsidi potongan harga Kedelai kepada pengrajin tahu di Pagar Alam sebesar Rp3 ribu perkilogram untuk 40 kilogram kedelai setiap hari selama 23 hari kedepan," ujarnya.

Hal ini dinilai akan sedikit membantu para pengrajin tahu dan tempe di Pagar Alam agar mereka tetap bisa produksi setiap hari meskipun saat ini harga kedelai sedang naik.

"Jadi nanti kita sudah siapkan lokasi atau agen penjual kedelai di Pagar Alam. Jadi para pengrajin membeli kedelai disana dan akan mendapat potongan harga Rp3 ribu perkilo untuk pembelian 40 kilogram kedelai," katanya.

Dijelaskan Wako, bahwa tahu dan tempe menjadi salah satu makanan yang selalu dicari masyarakat Pagar Alam bahkan Indonesia, jadi jika para pengrajin berhenti produksi maka kebutuhan tahu dan tempe bagi masyarakat akan terdampak.

Baca juga: Danau Tebat Gheban Kini Mirip TPA, Walikota Pagaralam Alpian Buka Suara

Salah satu pengrajin Tahu dan Tempe Iwan mengatakan, bahwa harga kacang kedelai saat ini terus saja mengalami kenaikan. Ini membuat mereka harus mengeluarkan modal besar untuk bisa memproduksi tahu dan tempe.

"Saat ini harga Kedelai Rp14 ribu perkilo, jadi jika kita mendapat potongan harga Rp3 ribu perkilo setiap pembelian 40 kilo kedelai sudah sangat membantu. Kita berharap subsidi harga ini akan mampu memberikan dampak keuntungan untuk kami para pengrajin tahu dan tempe," ungkapnya. (SP/WAWAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved