Berita OKI

Pelaku Pembunuhan Kades Kuala 12 OKI Divonis 16 Tahun Penjara, Terdakwa Langsung Banding

Ari Anggara (29) pelaku pembunuhan Kades Kuala 12 OKI divonis 16 tahun penjara pada sidang putusan Rabu (30/11/2022), terdakwa langsung banding.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Ari Anggara (29) pelaku pembunuhan Kades Kuala 12 OKI divonis 16 tahun penjara pada sidang putusan Rabu (30/11/2022). Sidang digelar di Pengadilan Negeri Kayuagung dan terdakwa mengikuti sidang dari Lapas Kayuagung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Ari Anggara (29) pelaku pembunuhan Kades Kuala 12 Ogan Komering Ilir (OKI) divonis 16 tahun penjara pada sidang putusan yang digelar Rabu (30/11/2022) pagi.

Putusan sidang dibacakan majelis hakim diketuai Tira Tirtona dengan anggota Eva Rahmawati dan Yuri Alpha.

Atas putusan 16 tahun penjara, terdakwa Ari Anggara langsung menyatakan banding.

Korban pembunuhan adalah Hartoni (48) mantan Kepala Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering.

"Dalam proses persidangan dan fakta-fakta persidangan, perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Melanggar Pasal 340 KUHP sebagaimana surat dakwaan," ungkap hakim ketua di Pengadilan Negeri Kayuagung, Rabu (30/11/2022) pagi.

Di lokasi terpisah, terdakwa yang mengikuti jalannya sidang dari Lapas Kayuagung menyampaikan akan mengajukan banding.

"Kami berencana mengajukan banding," ujar terdakwa diwakilkan oleh penasihat hukum posbakum PN Kayuagung Imam Al Capry.

Baca juga: Oknum Guru Ngaji Rudapaksa Murid di Keluang Musi Banyuasin, 4 Bocah Jadi Korban Asusila

Hukuman untuk terdakwa Ari Anggara ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rila Febriana, yakni 17 tahun penjara.

Maka dari itu, usai dibacakan amar putusan untuk terdakwa oleh majelis hakim, JPU menyampaikan pikir-pikir.

Diwartakan sebelumnya, menurut Kapolsek Tulung Selapan, AKP M Firmansyah kronologi kejadian pada Jumat (29/7/2022) lalu saat tersangka sedang duduk di teras rumahnya dan tidak berselang lama korban lewat di depannya hendak melangsungkan sholat Maghrib.

"Di saat melintas korban melihat tersangka tetapi tidak menegurnya. Selain tersinggung ditambah lagi adanya dendam lama, kemudian tersangka masuk ke dapur dan mengambil pisau dan mencari korban," papar Kapolsek.

Lebih lanjut, sewaktu korban sedang ngambil air wudhu didampingi oleh dua orang saksi bernama Anang dan Rizal disitulah tersangka menikam punggung korban.

"Setelah beberapa kali ditusuk, tubuh korban pun terjatuh ke sungai. Sedangkan 2 orang saksi di lokasi langsung lari ketika melihat korban ditikam," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaannya sementara diperoleh bahwa tersangka menaruh dendam kepada korban dan disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved