Berita Muba

Oknum Guru Ngaji Rudapaksa Murid di Keluang Musi Banyuasin, 4 Bocah Jadi Korban Asusila

Seorang oknum guru ngaji berinisial SDK (43) warga Desa Sidorejo Kecamatan Keluang , Kabupaten Musi Banyuasin diamankan diduga rudapaksa murid.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/AHMAD FAJERI
Seorang oknum guru ngaji berinisial SDK (43) warga Desa Sidorejo Kecamatan Keluang , Kabupaten Musi Banyuasin diamankan diduga rudapaksa murid. Pelaku perbuatan asusila ketika hendak diamankan oleh jajaran Mapolsek Keluang di rumahnya, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Seorang oknum guru ngaji berinisial SDK (43) warga Desa Sidorejo Kecamatan Keluang , Kabupaten Musi Banyuasin diamankan diduga melakukan rudapaksa  terhadap muridnya.

Empat orang sudah jadi korban aksi tak senonoh oknum guru mengaji tersebut, terbaru adalah seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Saat ini oknum guru mengaji tersebut telah diamankan di Polsek Keluang.

Kapolsek Keluang Iptu M. Azwar Kurniawan mengatakan, tindakan asusila terhadap seorang bocah perempuan tersebut terjadi Jumat (18/11/22) sekira pukul 15.00 WIB di rumah pelaku.

Kronologis awal pencabulan saat itu korban sedang bermain di sebelah rumah pelaku.

Kemudian pelaku memanggil korban untuk menghampirinya.

"Korban pun menghampiri pelaku, tanpa basa basi pelaku langsung menggendong korban dan dibawa masuk ke kamar pelaku sembari menciumi korban," ujarnya.

Saat itu situasi rumah tengah sepi karena istri pelaku lagi keluar rumah, maka itu pelaku langsung melancarkan aksi bejatnya.

Ketika di dalam kamar, pelaku langsung mengeluarkan bagian sensitifnya dan menyuruh korban untuk memegangnya.

"Setelah itu pelaku langsung melepaskan celana dalam si korban dan langsung berbuat tak senonoh terhadap korban layaknya suami istri. Namun dikarenakan korban kesakitan dan menangis, akhirnya pelaku melepaskan korban dan mengancam supaya tidak bercerita sama siapapun," terangnya.

Setelah kejadian tersebut, korban selalu murung. Karena melihat perubahan sikap terhadap putrinya, ibu korban merasa curiga dan berusaha mencari tahu apa penyebab anaknya jadi berubah.

"Akhirnya, pada hari Senin (28/11/22) korban menceritakan semua yang menimpa dirinya. Betapa terkejutnya ibu korban setelah mendengar keterangan dari putrinya," jelasnya.

Ibu dan ayah korban langsung membawa anaknya ke bidan desa.

Setelah diperiksa, bidan menyarankan untuk periksa ke dokter dan lakukan visum ke RSUD Sekayu. Barulah keluarga korban melapor ke Polsek Keluang.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved