Berita Palembang

Konser Rossa Palembang Tuai Kecewa Promotor, Viral Tagar #polisioffside, Klarifikasi Kapolrestabes

Konser Rossa di Palembang menuai kecewa dari promotor menyebut banyak pembeli tiket tidak bisa masuk karena full kapasitas dan polisi disebut offside

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Konser Rossa di Palembang menuai kecewa dari promotor menyebut banyak pembeli tiket tidak bisa masuk karena full kapasitas dan polisi disebut offside hingga viral tagar #polisioffside, Sabtu (26/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Diva Indonesia Rossa menggelar Konser Rossa Palembang di PSCC, Sabtu (26/11/2022).

Namun, konser Rossa di Palembang ini menuai kekecewaan dari promotor menyebut banyak pembeli tiket tidak bisa masuk karena full kapasitas dan polisi disebut offside hingga viral tanda pagar #polisioffside.

Ungkapan kekecewaan ini disampaikan melalui akun instagram @alfrenoramadhan.

Dalam postingannya akun tersebut menuding polisi semena-mena, karena justru tribun penonton banyak yang kosong justru diisi oleh aparat kepolisian dan Satpol-PP yang melakukan pengamanan.

Menanggapi hal itu Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mohammad Ngajib angkat bicara.

"Adapun terkait dengan komplain yang dibuat oleh penyelenggara konser Rossa saya mempersilahkan kepada mereka untuk mari kita bersama-sama melakukan klarifikasi dengan melihat fakta yang sebenarnya dalam penyelenggaraan konser tersebut, " ujar Ngajib, Minggu (27/11/2022).

Konser Rossa di Palembang menuai  kecewa dari promotor menyebut banyak pembeli tiket tidak bisa masuk karena full kapasitas dan polisi disebut offside hingga viral tagar #polisioffside, Sabtu (26/11/2022).
Konser Rossa di Palembang menuai kecewa dari promotor menyebut banyak pembeli tiket tidak bisa masuk karena full kapasitas dan polisi disebut offside hingga viral tagar #polisioffside, Sabtu (26/11/2022). (TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN)

Ia menegaskan langkah pencegahan yang diambil bertujuan menjaga keamanan dan keselamatan penonton atau masyarakat dan termasuk penyelenggara.

Terkait adanya tindakan Kapolrestabes Palembang memerintahkan panitia untuk menghentikan penonton yang akan masuk, walaupun memiliki tiket dikarenakan dari hasil checker penonton yang masuk ke gedung PSCC sudah melebihi kapasitas gedung.

Ngajib menerangkan, sebagaimana ditetapkan oleh pengelola gedung dan disepakati bersama pada saat rapat bersama di kantor Polrestabes Palembang yang dihadiri oleh unsur Polri, TNI dan Pemerintah Kota Palembang serta penyelenggara dan pengelola gedung PSCC, yakni sebanyak 3.000 penonton yang diperbolehkan masuk.

Saat rapat itu penyelenggara, pengelola PSCC dan kepolisian kapasitas penonton sudah sama-sama mengetahui penonton yang diperbolehkan masuk mencapai 3.000 orang.

Namun pada pelaksanaannya ditemukan ada sekitar 3400 orang penonton.

"Hasil rapat kami dengan penyelenggara dan beberapa instansi terkait, dari dasar perhitungan kapasitas satu meter persegi diisi tiga orang, sempat ditanyakan juga kepada pihak pengelola PSCC kapasitas yang nyaman berapa, ternyata 3.000. Akhirnya kami sepakati 3.000 orang, " ujarnya.

Ngajib menjelaskan kembali terkait hasil checker yang dilakukan oleh personil Polrestabes Palembang, sebenarnya sudah disepakati bahwa masing-masing baik dari panitia penyelenggara dan Polrestabes Palembang menggunakan checker untuk mengecek penonton yang masuk ke gedung PSCC.

Ternyata panitia tidak melaksanakan komitmennya tidak menggunakan checker.
Hasil checker yang dilakukan telah melebihi dari kapasitas hingga 3.400 lebih.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved