Gempa Cianjur

Sosok GS Pemilik Rumah Tak Hancur Usai Gempa Cianjur, Kejadian Misterius Buatnya Tak Lagi Kunjungi

Sosok GS Pemilik Rumah Tak Hancur Usai Gempa Cianjur, Kejadian Misterius Buatnya Tak Lagi Kunjungi

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Bangunan yang tersisa berdiri di atas bebukitan yang longsor di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Kabupaten Cianjur, ternyata rumah singgah milik warga Cianjur, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Viral sebuah bangunan tak hancur saat gempa Cianjur jadi sorotan, ternyata ini sosok pemiliknya.

Bangunan yang dinamai warga rumah singgah GS tersebut diambil dari nama pemiliknya Ganda Sugita seorang warga yang berasal dari Cianjur.

 

Saat bagunan lain tergerus saat tebingan setinggi 30 meter melahap korban jiwa, rumah GS tersebut aman dari gerusan.

Bangunan berwarna krem dengan genting material seng menjadi bangunan tersisa di atas tanah longsor akibat gempa bumi di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Desa Cibereum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Bangunan itu milik GS. Sering dijadikan rumah singgah dari dulu.

Baca juga: Penyebab Bayi 6 Bulan Selamat dari Timpaan Tembok saat Gempa Cianjur, Ayah Sempat Ngeblank

Sebanyak 162 rumah di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten, Cianjur, Jawa Barat mengalami kerusakan sangat parah dampak gempa Cianjur beberapa waktu lalu. BNPB merilis data dampak gempa di Cianjur, Kamis (24/11/2022). Korban meninggal bertambah jadi 272 jiwa, korban luka-luka 2.046, dan 31 sekolah rusak.
Sebanyak 162 rumah di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten, Cianjur, Jawa Barat mengalami kerusakan sangat parah dampak gempa Cianjur beberapa waktu lalu. BNPB merilis data dampak gempa di Cianjur, Kamis (24/11/2022). Korban meninggal bertambah jadi 272 jiwa, korban luka-luka 2.046, dan 31 sekolah rusak. (Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan)

GS itu nama pemiliknya," kata Yanto (62) warga Jalan Nagrak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dijumpai di lokasi longsor, Kamis (24/11/2022).

Yanto yang juga sebagai pemilik warung yang tergerus tanah longsor juga mengisahkan, rumah singgah ini sudah lama tidak ditempati.

"Ya ada mungkin dari tahun 80-an atau sekitar 90 an lah ga ditempatin.

Sekarang-sekarang saya jarang melihatnya lagi," ungkapnya.

Yanto mengungkapkan, bangunan yang berada di atas bukit ini awalnya merupakan lahan kosong.

Lahan kosong itu memang merupakan daerah resapan air di kawasan ini yang juga banyak ditumbuhi oleh pepohonan rindang.

Namun, GS yang juga sebagai juragan keramik saat itu membeli lahan yang luasnya sekitar 3 haktar.

"Lahan kosong terus dibeli sama GS lalu dibangun dan dikelola beberapa bangunan," ungkapnya.

GS tidak bertempat tinggal di lahan yang ia beli sebelumnya.

Ia memilih singgah di lahan itu terhitung sekitar satu minggu sekali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved