Berita OKI

BLK OKI Latih 80 Pemuda, Bidang Pertukangan hingga Fotografi, Peserta Juga Diberi Uang Saku

Balai Latihan Kerja (BLK) Ogan Komering Ilir (OKI) memberi berbagai pelatihan pada 80 pemuda agar dapat menjadi mandiri. Peserta juga diberi uang saku

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Balai Latihan Kerja (BLK) Ogan Komering Ilir (OKI) memberi berbagai pelatihan pada 80 pemuda agar dapat menjadi mandiri. Peserta juga diberi uang saku. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Balai  Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberi berbagai pelatihan pada 80 pemuda agar dapat menjadi mandiri.

Adapun pelatihan diberikan meliputi bidang meliputi pertukangan, otomotif, las listrik, tata kecantikan rambut hingga kelas fotografi.

Kegiatan ini merupakan salah satu penyerapan dana inflasi Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui UPTD Balai Latihan Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) OKI.

Kepala Disnakertrans OKI Sudiyanto Dja'far didampingi Plt UPTD BLK, Neliwati SIP mengungkapkan, kalau dinas lain menyerap dana inflasi dengan memberikan bantuan sembako.

Terkhusus di Disnakertrans bentuknya pelatihan, sehingga mereka yang ikut pelatihan tersebut dapat mandiri dan terampil.

"Jadi nanti ilmu yang didapat bisa dikembangkan dan mampu membuka lapangan kerja," terang Neliwati disela-sela membuka pelatihan, Sabtu (12/11/2022) siang.

Baca juga: Tips Manicure Sendiri di Rumah dari Founder EV Beauty Academy, Kuku Cantik Sehat Tak Harus ke Salon

Ditambahkannya, banyak sekali peserta yang mendaftar untuk mengikuti berbagai pelatihan tersebut, hanya memang dibatasi kali ini ada 80 peserta semua asal OKI.

Selama 16 hari mereka akan dilatih oleh para instruktur profesional dan akan diberikan uang sebesar Rp 600 ribu perorang.

Nela sangat berharap sekali semua peserta dapat serius mengikuti pelatihan tersebut. Sehingga bisa dikembangkan diluar. Mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri dan pastinya menurunkan angka pengangguran yang ada di OKI.

Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Fitriadi menambahkan jika ini merupakan bantuan sosial tapi dalam bentuk meningkatkan SDM.

Banyak sekali peserta yang berminat tapi harus diseleksi. Hanya 80 orang terpilih daftar secara online.

Nanti mereka akan belajar dengan dibagi beberapa kelas sesuai pilihan peserta. Soal materi dan sistemnya nanti para instruktur yang menyiapkannya.

"Pastinya semua harus bisa mengikuti pelatihan dengan serius, agar hasil yang didapatkan maksimal dan bisa diterapkan di lapangan," ungkap Fitriyadi.

Salah satu peserta pelatihan otomotif asal Serigeni, Aji mengaku sengaja ikut pelatihan otomotif ingin mencari ilmu baru dan pengalaman yang bisa membuka usaha sendiri nantinya.

"Saya berharap kegiatan seperti ini harus diperbanyak. Supaya nantinya para pemuda memiliki keterampilan untuk diterapkan di tengah masyarakat," tuturnya singkat.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved