Berita OKI
Legenda Danau Teluk Gelam, Bermula dari Pangeran yang Diasingkan
Danau Teluk Gelam berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI pernah hits dijamannya.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Legenda Danau Teluk Gelam, Bermula dari Pangeran yang Diasingkan.
Danau Teluk Gelam pernah menjadi objek wisata yang hits atau andalan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada zamannya.
Danau Teluk Gelam berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI dengan
lokasi yang cukup strategis tepatnya di Jalan Lintas Timur (Jalintim).
Dari Kota Kayuagung masyarakat dapat menempuh dalam waktu kurang lebih satu jam perjalanan untuk bisa sampai ke Danau Teluk Gelam.
Selain pemandangan indah yang ditunjukkan danau tersebut, ternyata ada mitos yang membuat kawasan tersebut dinamakan Danau Teluk Gelam.
Dijelaskan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas, mitos tersebut bermula dari keberadaan sebuah kerajaan bernama Bayang-bayang.
Baca juga: Pemkab OKI Buka Seleksi 248 Formasi PPPK Tenaga Kesehatan, Simak Link dan Cara Pendaftaran
Kerajaan tersebut perintah oleh seorang raja yang arif bergelar Mangkubumi.
Raja itu memiliki seorang putra bernama Tapa Lanang.
Saat tapa lanang berumur 7 tahun,namun ia ditinggal pergi ibunya sehingga kesedihan dan kedukaan melanda negeri Bayang-bayang.
"Tapi kesedihan itu tak berlangsung lama karena sang raja mempersungting seorang istri yang juga membawa anak seumur tapa lanang," ujar Ahmadin.
Hari berganti - hari dan tahun pun silih berganti, tapa lanang tumbuh dewasa dan menginjak umur 21 tahun," tambahnya.
Kedua putra Raja Mangkubumi tersebut tumbuh dengan perangai dan perilaku yang cukup jauh berbeda.
Pada suatu hari Mangkubumi bersikap kasar terhadap tapa lanang akibat perbuatan yang tidak disengaja olehnya.
"Sehingga Tapa Lanang diusirnya dari kerajaan bayang-bayang," ujarnya.
Baca juga: Harga karet hari ini di Sumsel turun Rp 409 per Kg, turun tipis Dibanding Kemarin
Diceritakan lebih lanjut, dalam pengembaraannya yang tak tentu arah sampailah Tapa Lanang di sebuah talang, disanalah ia beristirahat dan melihat sebuah gubuk dengan seorang gadis cantik yang berambut sangat panjang.
Gadis itu bernama Putri Gelam, seorang putri kayangan terkena tenung sehingga diusir dari kerajaan.
"Akhirnya mereka menikah dan hidup berbahagia dengan memiliki dua anak, satu putra dan seorang putri," ujar Ahmadin.
Suatu ketika terjadilah pertempuran yang sangat hebat, dalam pertempuran itu putra dari Tapa Lanang gugur.
Melihat itu mendalamlah kedukan Tapa Lanang, ia putus asa dan mencoba menebus kesalahannya dengan membenamkan diri dalam Lumpur disebuah lebak (rawa-rawa).
"Ketika melihat perkara itu sang istri menangis tiada henti hingga membanjiri lebak tersebut. Seketika lebak itu menjadi danau besar. Sedangkan Tapa Lanang menjadi ikan besar," papar Ahmadin.
Karena tidak ingin berpisah dari suaminya, Putri Gelam berubah menjadi burung gelam dan anaknya menjelma menjadi pohon gelam.
"Dengan adanya cerita tersebut dapat dipastikan historis danau teluk gelam, sangat berpengaruh sesuai sebutan yang dikenal masyarakat luas," pungkasnya.
Baca berita lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Legenda-Danau-Teluk-Gelam.jpg)