Berita Palembang

Harga karet hari ini di Sumsel turun Rp 409 per Kg, turun tipis Dibanding Kemarin

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis dibanding harga kemarin.

Tayang:
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/ALAN
Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis dibanding harga sehari sbelumnya, Jumat (11/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet hari ini di Sumsel turun Rp 409 per Kg, turun tipis Dibanding Kemarin.

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini turun tipis dibanding harga kemarin.

Turunnya harga karet karena memang nilainya turun tipis.

Kondisi ini juga dibarengi dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika sehingga harga secara keseluruhan ikut turun.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada Jumat (11/11/2022) dibandrol Rp 19.372 per kg atau turun Rp.409.

Sedangkan Kamis (10/11/2022) kemarin, harga karet dibanderol Rp.19.781 per kg. 

Baca juga: Jadwal Praktek Dokter Kandungan di RSUD Rupit Muratara, ini Waktu Pelayanannya

"Indikasi harga karet hari ini turun Rp.409 per kg dibandingkan indikasi karet Kamis (10/11/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Jumat (11/11/2022).

Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 17.434 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 15.497 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 13.560 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.623 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.686 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp7.748 per kg.

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban.

Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)

Baca berita lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved