Berita Pilpres 2024
Pemilu 2024 : PDIP Marah ke NasDem Karena Usung Anies Baswedan yang Disebut Beda Misi Dengan Jokowi
Kemarahan tersebut bukan tanpa sebab. PDIP menganggap Anies Baswedan berbeda misi dengan Presiden Jokowi jelang Pemilu 2024.
TRIBUNSUMSEL.COM - Isu politik jelang Pemilu 2024 semakin panas. Apalagi usai NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.
Bahkan, PDIP sampai marah usai NasDem mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024 pada Pemilu 2024.
Kemarahan tersebut bukan tanpa sebab. PDIP menganggap Anies Baswedan berbeda misi dengan Presiden Jokowi jelang Pemilu 2024.
Seperti diketahui, Sekertaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung etika berpolitik Partai NasDem setelah mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Seperti diketahui, Partai NasDem telah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) 2024.
NasDem sebagai partai pengusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 lalu, kini justru mendukung Anies yang disebut kontradiktif dengan program Jokowi.
"Seluruh partai pendukung Jokowi juga harus memiliki komitmen yang sama untuk menempatkan skala prioritas pada permasalahan tersebut dan juga mendukung kebijakan pak Jokowi," kata Hasto, Senin (10/10/2022) dikutip dari tayangan youTube tvOneNews.
Hasto mencontohkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur.
Menurutnya, Presiden Jokowi melakukannya karena perspektif geopolitik.
Sementara Anies ingin tetap mempertahankan ibu kota di Jakarta.
"Misalnya dalam pemindahan ibu kota negara, jangan sampai kemudian mencalonkan seseorang yang punya kebijakan yang berbeda."
"Maka ini akan kontradiktif, contohnya saya mendengar berkali-kali pak Anies mencoba untuk mempertahankan ibu kota tetap di Jakarta sementara pak Jokowi meninginkan kesinambungan kepemimpnan agar visi Indonesia sebagai poros maritim itu dapat dijalankan," jelas Hasto.
Meski demikian, Hasto menegasakan, PDIP tak ikut campur tangan dengan langkah partai politik lainnya.
Menurutnya, fokus PDIP saat ini ialah mempercepat kinerja pemulihan ekonomi untuk rakyat.
"Tapi sekali lagi, PDIP tidak ikut campur tangan kedaulatan partai politik lain," lanjutnya.
Kritikan Hasto itu kemudian ditanggapi oleh Ketua DPP NasDem Willy Aditya.
Ia membantah bahwa Anies Baswedan tidak mendukung program pemerintah.
"NasDem kan partai yang mengusung pak Jokowi, NasDem masih setia dalam barisan pak Jokowi."
"Kan dalam pidatonya pak Anies menegaskan, apa yang menjadi legacy dan capaian pak Jokowi tentu akan dilanjutkan," kata Willy, dikutip dari tayangan youTube tvOneNews, Selasa (11/10/2022).
Baca juga: Pemilu 2024 : Penjelasan KPU Usai Pemilih di Sumsel Menyusut Hingga 500 Ribuan Orang
Baca juga: Pemilu 2024: Pasangan Ganjar-Airlangga Disebut Bakal Lebih Menguntungkan PDIP Dibanding Prabowo-Puan
Deklarasi Capres NasDem
Diberitakan sebelumya, Partai NasDem resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres yang bakal diusung pada Pilpres 2024, Senin (3/10/2022).
Deklarasi nama capres tersebut digelar di Kantor DPP Partai NasDem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat.
"NasDem mencari yang terbaik dari yang terbaik, NasDem akhirnya melihat sosok Anies Baswedan," kata Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam tayangan Breaking News KompasTv, Senin (3/10/2022).
Pihaknya memutuskan untuk mengusung Anies lantaran sosoknya yang dinilai memiliki keyakinan dan prespektif yang sama dengan NasDem.
"Kami mempunyai keyakinan dalam prespektif, secara makro dan mikro sejalan dengan apa yang kami (NasDem) yakini."
"Kami menitipkan bangsa Indonesia jika Anies Baswedan terpilih, pimpinlah banga indonesia menjadi bangsa yang lebih bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter," tuturnya.
(Tribunnews.com/Milani Resti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com