Tragedi Arema Vs Persebaya

Bocah 11 Tahun jadi Yatim Piatu, Ibu dan Ayah Tewas Tragedi Arema Vs Persebaya, Diduga Terinjak

MA ikut orangtuanya bernama Muhammad Yulianton (40) dan Devi Ratnasari (30) menyaksikan pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berakhir dengan skor 2

Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN/Surya
Wali Kota Malang Sutiaji saat datang melayat ke rumah duka korban kericuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema vs Persebaya. Seorang bocah usia 11 tahun mendadak yatim piatu usai ibu dan ayahnya tewas dalam kerusuhan Arema Vs Persebaya 

Sedangkan anak korban, dapat selamat setelah meminta pertolongan ke polisi.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Penyebab Kerusuhan Arema FC Vs Persebaya Bukan Bentrok antar Supporter, Ungkap Fakta

"Kemungkinan, saudara saya jatuh dari tangga tribun lalu terinjak-injak suporter lainnya. Saat saya lihat, bagian muka jenazah sudah pucat membiru. Kalau anaknya, minta bantuan ke polisi yang sedang jaga di dalam stadion terus selamat," ungkapnya.

Dirinya menerangkan, almarhum Devi baru pertama kali menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Sedangkan almarhum Yulianton, sudah sering menonton sebelumnya.

"Kedua jenazah sampai rumah duka sekitar Subuh. Rencananya, akan segera dimakamkan di TPU Mergan sekitar pukul 09.00 WIB ini," tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji bersama beberapa kepala OPD lainnya telah datang melayat ke rumah duka.

Baca berita lainnya di Google News

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Kisah Pilu Bocah 11 Tahun Jadi Yatim Piatu usai Orangtua Tewas di Depan Mata saat Tragedi Kanjuruhan

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved