Breaking News:

Harga Karet Palembang

Harga Karet di Palembang; Petani OKU Timur Keluhkan Harga Anjlok Rp 7000 per Kg

etani di Desa Batin Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur mengeluhkan harga karet anjlok Rp 7 ribu/kilogram.

Penulis: Edo Pramadi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDO
Tumpukan getah karet milik petani di di Desa Batin Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, Minggu (25/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Harga karet di OKU Timur anjlok Rp 7 ribu/kilogram.

Hal itu diungkapkan Petani di Desa Batin Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Padahal  bulan Agustus yang lalu, harga karet di Martapura OKU Timur sempat menyentuh Rp 12 ribu

Namun harga karet terus mengalami penurunan sampai dengan hari ini Minggu 25 September 2022, terbaru harga karet Rp 7 ribu/kilogram.

Harga karet yang turun berbanding terbalik dengan langkah pemerintah pusat dalam menaikan harga BBM.

"Semenjak pemerintah menaikan harga BBM, harga karet terus mengalami penurunan. Sekarang harga karet Rp 7 ribu/kilogram," kata Roni petani karet di Desa Batin Sari.

Sedangkan karet merupakan satu-satunya sumber penghasilan dari banyak petani untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Saat ini terpaksa bertahan dulu, harapan kita para petani ini pada pemerintah kalau bisa harga karet itu naik lagi di atas Rp 10 ribu," bebernya.

Senada dengan yang disampaikan Roni, Dani yang juga petani karet di Martapura mengeluhkan anjloknya harga karet.

"Tolong untuk pemerintah, kami ini diperhatikan, susah petani kalau harga karet murah terus," ujarnya singkat.

Baca juga: Bupati Enos Dukung Kegiatan Pameran dan Kontes Bonsai di Belitang Mulya OKU Timur

Sementara itu, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian OKU Timur Basuki menjelaskan bahwa yang mengalami penurunan harga karet bukan di OKU Timur saja.

"Mungkin Se Sumsel mengalami penurunan harga, karena menyangkut ekspor kita tidak bisa menentukan harga, kami bidang perkebunan ini lebih pada pembinaan teknis, soal harga juga terkait dengan Dinas Perdagangan," jelasnya.

Ia menuturkan, harga karet termasuk dalam bursa perdagangan internasional di Singapore.

"Kita pemerintah juga tidak bisa karena ini komoditas ekpor mungkin terpengaruh situasi dunia, yang bisa kita lakukan ialah penyuluhan-penyuluhan dalam peningkatan kualitas teknis kebun yang baik," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved