Berita Lubuklinggau

Wahisun Mantan Anggota DPRD di Musi Rawas Tak Gentar Dilaporkan ke Polisi, Protes Angkutan Batubara

Wahisun Wais Wahid mantan anggota DPRD Musi Rawas tak gentar ke polisi oleh Kepala Dishub Lubuklinggau, H Abu Ja'at gegara protes angkutan batubara.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Wahisun Wais Wahid mantan anggota DPRD Musi Rawas tak gentar ke polisi oleh Kepala Dishub Lubuklinggau, H Abu Ja'at gegara protes angkutan batubara, Sabtu (24/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Wahisun Wais Wahid mantan anggota DPRD Musi Rawas tak gentar ke polisi oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lubuklinggau, H Abu Ja'at.

Wahisun dilaporkan ke polisi karena komentarnya di akun Facebook Imron MSm yang mengunggah postingan aksi protes Pemuda Pancasila terkait angkutan batu bara yang kerap melintas di tengah Kota Lubuklinggau pada hari, Kamis (22/9/2022).

Saat itu Wahisun berkomentar dengan isi komentar: Lawan terus..sampai Kadis Dishub diganti..pecatla pak Wako..cari org baru yg punya visi n misi yg jelas.
ini diduga Dishub ada main dgn pengusaha batubars..buktinya bebas berkeliaran truk2 batubara..yg sdh ketangkap dilepas..

Ketika dikonfirmasi Wahisun mengaku senang, karena laporan Kadishub tersebut dinilainya akan membuat persoalan menjadi tambah terang benderang.

"Pertanyaan saya kenapa mobil angkutan batubara masih dibiarkan melintas di Kota Lubuklinggau sampai berbulan-bulan," ungkap Wahisun, Sabtu (24/9/2022).

Truk angkutan batubara yang melintas di Kota Lubuklinggau diamankan di depan Kantor Kodim 0406 Lubuklinggau, Jumat (23/9/2022).
Truk angkutan batubara yang melintas di Kota Lubuklinggau diamankan di depan Kantor Kodim 0406 Lubuklinggau, Jumat (23/9/2022). (TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS)

Menurutnya, wajar masyarakat mempertanyakan dan mengkritik, bahkan DPRD Lubuklinggau sendiri menyesalkan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dishub.

"Lemahnya pengawasan Dishub sampai Dewan menyesalkan itu, dan aksi Pemuda Pancasila kemarin juga menimbulkan banyak dugaan," ujarnya.

Wahisun, mengatakan hanya mengomentari postingan akun dari Imron Msm.

Di komentarnya tidak langsung menyebutkan Dishub ada main dengan pengusaha batubara.

"Komen saya ada kata-kata 'diduga' Dishub ada main dengan pengusaha batubara, kata-kata diduga ini tidak bisa serta merta membuat seseorang dipenjara," ungkapnya.

Menurutnya, kembali lagi dugaan-dugaan itu muncul wajar karena lemahnya pengawasan dari Dishub sendiri.

Apalagi ada statemen Kadishub mengatakan mempunyai wewenang di terminal.

Selama ini mereka beralasan tidak bisa bergerak sendiri, kenapa tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian, atau instansi berwenang lainnya.

"Intinya saya siap datang memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangan sekaligus mempertanyakan koordinasi dishub kepada pihak kepolisian," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved