Harga Sawit Palembang
Harga Sawit Palembang: Harga Sawit September 2022 Periode 2 di OKI, Daftar Sesuai Usia Tanam di OKI
Harga sawit Palembang, harga sawit September 2022 periode 2 di OKI merujuk pada hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit Sumsel.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga sawit Palembang, harga sawit September 2022 periode 2 di OKI merujuk pada hasil dari tim penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit Provinsi Sumatera Selatan pada periode ke 2 September 2022.
Disepakati harga sawit September 2022 periode di OKI untuk usia tanam 10 – 20 tahun turun Rp 43,37 kilogram menjadi Rp Rp 2.375,11
Kepala Bidang Penyuluhan Pengolahan dan Pemasaran (P3) Dinas perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Ogan Komering Ilir, Zulkarnain menuturkan harga tandan buah segar (TBS) sawit dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) kembali turun harga.
Harga CPO mengalami penurunan harga berkisar Rp 382,27 perkilogram dan menjadi harga Rp 10.562,01.
"Sedangkan untuk harga inti kelapa sawit (kernel) yaitu Rp 6.383,70 per kilogram dengan indeks K 90,84 persen," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/9/2022) siang.
Baca juga: Harga Karet Palembang: Update Harga Karet di Empat Lawang, Paling Tinggi Rp 8.000 per Kg
Lebih lanjut disampaikan untuk penetapan itu merupakan kesepakatan tim perumus dalam suatu rapat yang dihadiri para pengusaha, koperasi, kelompok tani sawit dan berdasarkan peraturan gubernur.
"Penetapan harga oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel yang berlaku mulai tanggal 23 September 2022 kemarin. Nantinya akan kembali di update pada bulan Oktober mendatang," tuturnya.
Berikut harga TBS sawit yang dilansir dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.
Tanaman usia 3 tahun Rp 2.063,78
Usia 4 tahun Rp 2.118,99
Usia 5 tahun Rp 2.169,39
Usia 6 tahun Rp 2.214,01
Usia 7 tahun Rp 2.254,01
Usia 8 tahun Rp 2.290,35
Usia 9 tahun Rp 2.321,12
Usia 10 - 20 tahun Rp 2.375,11
Usia 21 tahun Rp 2.342,99
Usia 22 tahun Rp Rp 2.315,88
Usia 23 tahun Rp 2.283,78
Usia 24 tahun Rp 2.247,25
Usia 25 tahun Rp 2.158,76
Harga CPO Rp 10.562,01
Harga inti Rp 6.383,70
Indeks K 90,84 persen.
Petani Swadaya Harus Berkelompok
Menurut Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian SP MSi, jika petani Swadaya menginginkan harga sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh Tim Penetapan Harga Sumsel, tidak ada jalan lain petani swadaya harus berkelompok dan bermitra dengan PKS terdekat.
"Banyak manfaat yg didapat oleh petani sawit jika mereka berkelompok dalam kelembagaan seperti koperasi atau KUD.Paling tidak ada enam manfaat yang dapat diperoleh," bebernya
Enam manfaat tersebut yaitu,
1. Adanya jaminan pelaksanaan usaha sawit yang berkelanjutan
2. Peningkatan pada produktifitas
3. Tumpang sari pada lahan perkebunan sawit
4. Petani jadi paham tentang budidaya sawit sesuai standar teknis budidaya
5. Penjualan sawit terkoordinir melalui kelembagaan yang bermitra dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
6. Petani sawit menjadi tertib dalam pelaksanaan pelaporan dan pertanggungjawaban dana peremajaan.
Cara Mencegah Penyakit Akar Busuk Sawit
Petani kelapa sawit jangan pernah sesumbar bahwa tanamannya tidak mungkin diserang penyakit.
Pasalnya, tanaman sawit ternyata bisa terserang beberapa jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh.
Pada umumnya, penyakit kelapa sawit bisa menyerang pada seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, hingga pucuk tanaman.
"Misalnya pada bagian akar, biasanya ada penyakit yang menyebabkan akar sawit menjadi busuk," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ade Meiri Siswani, Jumat (2/9/2022).
Ia menjelaskan, penyakit akar busuk disebabkan oleh cendawan atau jamur.
Cendawan menyerang sistem perakaran tanaman sawit yang berada dalam tanah.
Akibatnya tanaman sawit mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan lama-lama bisa mati.
"Kalau akar tanaman sawitnya terinfeksi, membusuk, rusak, tentu fungsi akar sebagai penyerap nutrisi dan air otomatis terhenti," katanya.
Ade mengungkapkan, gejala yang terlihat pada tanaman yang terinfeksi penyakit tersebut biasanya pertumbuhannya tidak normal.
Tanaman sawit menjadi kerdil, lemah, hingga daunnya berubah warna dari hijau menjadi kuning.
"Penyakit ini bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda, sampai dewasa," katanya.
Ade menambahkan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh petani untuk mencegah penyakit akar busuk pada tanaman sawit.
Pertama, dengan melakukan budidaya yang baik dan benar sesuai dengan prosedur budidaya yang dianjurkan.
Menurut Ade, langkah yang paling efektif untuk mencegah penyakit akar busuk sebaiknya dilakukan sejak pemilihan bibit dan persemaian.
"Pemilihan benih sebaiknya menggunakan dari varietas bersertifikat yang sudah teruji kualitasnya," katanya.
Kedua, lanjut Ade, dalam proses penyemaian dianjurkan menggunakan media semai yang baik dan tidak terinfeksi jamur.
Untuk mencegah perkembangbiakan jamur caranya dengan mengkondisikan media semai pada pH yang ideal.
"Lakukanlah penyemaian dengan baik dan benar, medianya, pH-nya juga perhatian, harus ideal, agar bibit sehat dan kuat," katanya.
Selain itu, kata Ade, selama pembibitan dianjurkan memasang naungan pada bibit terutama di musim kemarau.
Begitu pula dalam pemberian air mesti cukup dan tidak berlebihan.
"Jangan lupa juga mengaplikasikan fungisida sejak dini untuk pencegahan penyakit akar busuk," ujarnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news