Kebakaran di Keramasan Palembang

Gudang BBM Terbakar di Palembang, 3 Orang Diperiksa, Termasuk Oknum Polisi Pemilik Lahan

Gudang minyak BBM jenis solar terbakar di Palembang.Tiga orang diperiksa kebakaran gudang minyak di Palembang termasuk oknum polisi pemilik lahan.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gudang BBM terbakar di Palembang Kertapati, oknum polisi pemilik lahan lokasi kebakaran diperiksa, Jumat (23/9/2022).

Polisi mengungkapkan hasil penyelidikan dan olah TKP oleh tim labfor lebih lanjut terkait peristiwa kebakaran gudang minyak BBM jenis jenis solar yang terjadi di Jalan Mayjen Satibi Darwis, Keramasan, Kertapati, Kamis (22/9/2022) kemarin siang.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib mengatakan penyebabnya adalah unsur kelalaian dari salah seorang karyawan gudang minyak BBM terbakar di Palembang tersebut.

Percikan api dari mesin pemindah solar yang muncul ketika pemindahan solar dari mobil tangki ke tedmon menyebabkan gudang minyak BBM terbakar di Palembang.

Pihaknya memeriksa tiga orang sebagai saksi atas peristiwa kebakaran tersebut yakni Safrudin oknum polisi pemilik lahan, kemudian K dan S. Lahan tersebut sudah disewakan Safrudin selama lima bulan.

"Dari pemeriksaan tiga orang saksi yang kami himpun, kami menyimpulkan peristiwa ini disebabkan ketika ada percikan api ketika pemindahan solar ke tedmon. Ada unsur kelalaian di sana, " ujar Ngajib, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Kesaksian Maryati, Korban Gudang BBM Terbakar di Palembang, Lari Dengar Ledakan

Ngajib menegaskan jika lahan tersebut memang milik seorang anggota polisi namun pengelolaan gudang tersebut sudah diserahkan kepada orang lain selama lima bulan terakhir.

"Lahannya memang punya anggota polisi tapi itu disewakan kepada orang lain inisial B, dialah pemilik usaha tersebut. Lahan tersebut selama lima bulan ini disewakan dengan biaya Rp 5 juta per bulan, " jelasnya.

Saat ditanyai apakah lokasi tersebut ilegal atau tidak, Ngajib menyebut jika kini masih dalam proses penyelidikan sebab B sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

Lanjut dia, pemilik lahan Safrudin pun tidak mengetahui apakah gudang penyimpanan solar itu ilegal atau tidak.

Safrudin hanya mengetahui lahan yang disewakan akan menjadi gudang penyimpanan solar.

"Ilegal atau tidak masih proses pemeriksaan, sebab kami masih melakukan pencarian terhadap B yang menyewa lokasi tersebut, " katanya.

Sembari pemeriksaan masih berlanjut kedua saksi yang menyebabkan kebakaran akan dikenakan pasal 188 tentang kesalahan yang menyebabkan terjadinya kebakaran, dan juga UU Migas kepada pengelola.

"Ada dua pasal yang akan kami terapkan yakni pasal 188 tentang kesalahan yang menyebabkan terjadinya kebakaran kepada K dan S, lalu kami juga menerapkan UU migas. Nanti akan kami terapkan usai pemeriksaan lebih lanjut, " ungkap dia.

Ia menambahkan belum ada lagi tempat lain yang terindikasi menjadi tempat penyimpanan solar. Jika ada akan ditindak tegas oleh kepolisian.

"Termasuk jika oknum polisi yang terlibat tentu akan kita tindak sesuai hukum yang berlaku, " pungkasnya.

Kebakaran gudang minyak di Palembang, Kamis (22/9/2022). Polisi buka suara penyebab kebakaran dan juga mengungkap lahan terbakar punya oknum polisi, Jumat (23/9/2022).
Kebakaran gudang minyak di Palembang, Kamis (22/9/2022). Polisi buka suara penyebab kebakaran dan juga mengungkap lahan terbakar punya oknum polisi, Jumat (23/9/2022). (TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN)

Asal Api dari Pompa Minyak

Sebelumnya, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhammad Ngajib melalui Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi mengatakan kebakaran gudang minyak di Palembang diduga disebabkan api yang keluar dari dari salah satu mobil tangki BBM.

"Api diduga berasal dari pompa minyak yang ada di mobil tangki. Jadi mobil tersebut seperti sedang memompa dan ada karyawan dari Baron yang mengawasinya. Lalu tiba-tiba percikan api dari situ, " ujar Tri, Jumat (23/9/2022).

Karyawan tersebut sedang merokok di dekat mobil tangki seketika kaget melihat api yang muncul.

Lalu tak sengaja puntung rokok tersebut dilempar ke arah pompa sehingga api langsung membesar.

"Tak sadar karyawan tersebut membuang puntung rokoknya ke arah tangki yang menyambar api sehingga api membesar, " katanya.

Tri membenarkan jika lokasi gudang tersebut milik Safarudin seorang oknum anggota polisi, namun gudang itu sudah lama disewakan kepada orang lain yang bernama Baron.

"Jadi gudang itu bukan punya anggota polisi, tapi sudah disewakan kepada orang lain yang mengepul minyak, " tegasnya.

Rumah besar milik oknum anggota polisi itupun ikut terbakar akibat kejadian tersebut. Beserta kendaraan yang ada di dalam gudang.

Berdasarkan data yang diterima posko pemadam kebakaran Kota Palembang adapun kendaraan yang terbakar.

Meliputi 4 unit mobil tangki, 1 mobil kontainer, 2 mobil pribadi, 5 unit motor. Selain itu ada tampungan plastik serta puluhan drum yang terbuat dari besi ikut terbakar.

"Dari peristiwa kendaraan yang ada di dalam gudang dan kios juga terbakar, meliputi mobil tangki, mobil kontainer, mobil pribadi, dan motor. Lalu ada juga tampungan limbah plastik yang terbakar," katanya.

Pihaknya akan memanggil saksi dan juga pihak yang menyewa untuk dimintai keterangan agar peristiwa ini terang benderang.

Garis polisi sudah dipasang oleh kepolisian di sekitar lokasi.

"Pemilik lokasi dan yang menyewa akan kami mintai keterangan. Dan kami akan pastikan lagi di TKP," katanya.

Peristiwa kebakaran ini terjadi pada Kamis, kemarin sekitar pukul 12:30 WIB. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 15:15 WIB dengan bantuan 10 unit mobil pemadam kebakaran.

Sebelumnya, kebakaran di Keramasan Kertapati Palembang dekat TPA terjadi hari ini, Kamis (22/9/2022).

Tiga ruko dan satu gudang penyimpanan minyak berlokasi di Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang terbakar.

Asap hitam tebal membumbung tinggi bahkan api sampai ke seberang jalan di lokasi kebakaran di Keramasan Kertapati Palembang.

Warga sekitar seketika heboh dan dikejutkan dengan api yang langsung membesar.

Di dalam gudang minyak tersebut terdapat sejumlah unit mobil pengangkut minyak yang ikut terbakar.

"Kejadian sekitar pukul 12:30 WIB, tadi kami dengar suara ledakan tiga kali, " kata Titin salah satu warga sekitar.

Saat ini pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api yang masih menyala karena banyaknya material yang mudah terbakar.

Dan saat ini belum diketahui penyebab dan asal muasal api tersebut.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved