Berita Palembang

Member Arisan Online di Muba Tertipu Rp 377 Juta, Korban Laporkan Bandar Arisan ke Polda Sumsel

Member arisan online di Muba tertipu hingga Rp 377 juta. Korban bernama Era Yunita warga Kecamatan Babat Supat Muba lapor Polda Sumsel.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Member arisan online di Muba tertipu hingga Rp 377 juta. Korban bernama Era Yunita warga Kecamatan Babat Supat Muba lapor Polda Sumsel, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Member arisan online di Musi Banyuasin (Muba) tertipu hingga Rp 377 juta. Korban bernama Era Yunita (27) warga Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin.

Hari ini, Kamis (22/9/2022), Era Yunita melaporkan bandar arisan online berinisial ES ke Polda Sumsel atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Didampingi kuasa hukumnya, M Aminuddin SH, Era Yunita melaporkan bandar arisan online yang telah membuatnya rugi hingga Rp.377 juta.

"Uang itu milik saya pribadi. Saya transfer sampai 20 kali dengan nominal bermacam-macam sampai ditotal Rp.377 juta," ujarnya, Kamis (22/9/2022).

Era tertarik ikut arisan online yang ditawarkan ES lantaran tergiur janji keuntungan sebesar 40 persen dari jumlah uang setoran.

Baca juga: Demo di Kantor Gubernur Sumsel, Emak-emak di Palembang Protes Minta Turunkan Harga Sembako

Namun ketika waktu narik arisan tiba, jangankan untung, Era bahkan sama sekali tidak mendapati uang ratusan juta miliknya kembali.

"Semestinya bulan Juli dan Agustus saya sudah bisa diambil uangnya. Tapi sampai sekarang tidak ada sama sekali," ujarnya.

Member arisan online di Muba tertipu hingga Rp 377 juta. Korban bernama Era Yunita warga Kecamatan Babat Supat Muba lapor Polda Sumsel, Kamis (22/9/2022).
Member arisan online di Muba tertipu hingga Rp 377 juta. Korban bernama Era Yunita warga Kecamatan Babat Supat Muba lapor Polda Sumsel, Kamis (22/9/2022). (TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI)

Sementara itu, kuasa hukum Era Yunita, M Aminuddin SH mengatakan, kliennya sudah lebih dulu mengupayakan cara kekeluargaan dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Akan tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ditempuh jalur hukum.

"Saat ditagih beberapa kali, terlapor hanya janji-janji saja tanpa ada satu rupiah pun membayar. Karena kesal terus dijanjikan akhirnya klien kami memutuskan untuk melaporkan ES ke Polda Sumsel," ucapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved