Berita Muratara

Sempat Dikenal Rawan Kejahatan, Polisi Klaim Titik Kejahatan di Jalinsum Muratara Berkurang Drastis

Sempat dikenal rawan kejahatan, polisi klaim titik kejahatan di Jalan lintas Sumatera Muratara berkurang drastis.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Sempat dikenal rawan kejahatan, polisi klaim titik kejahatan di Jalan lintas Sumatera Muratara berkurang drastis, Selasa (20/92022). 

"Kondisi wilayah Muratara khususnya di Jalinsum yang sebelumnya ke belakang jumlah titik rawan kriminalitas mencapai 25 titik lebih, alhamdulillah di tahun 2022 ini berkurang drastis, kurang lebih masih ada enam titik lagi yang harus kita kawal," kata Ferly.

Menurut dia, menurunnya jumlah titik rawan kejahatan di Jalinsum Muratara berkat kerjasama semua pihak baik kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta didukung masyarakat.

Meski berkurang jumlah titik rawan, namun polisi tidak mengendurkan pengamanan demi menjamin kenyamanan semua orang.

Ferly menambahkan, evaluasi terhadap gangguan kamtibmas di Kabupaten Muratara dalam kurun waktu satu semester 2022 terjadi penurunan 41 persen dibandingkan pada 2021.

"Masyarakatnya mulai mengerti dengan hukum, lebih cepat menerima transformasi budaya yang lebih baik, mulai menghilangkan anggapan orang-orang tentang daerah rawan," katanya.

Bupati Muratara, Devi Suhartoni mengatakan daerah ini yang dulunya disebut-sebut rawan kejahatan kini perlahan sudah berubah.

"Alhamdulillah Kabupaten Muratara sudah berubah, perubahan itu karena masyarakatnya ingin berubah," katanya.

Devi berharap masyarakat Muratara tetap konsisten menjadikan daerah ini lebih aman dan nyaman untuk semua orang.

Pihaknya selaku pemerintah daerah memastikan akan terus menjalankan pemerintahan yang adil dan bijaksana.

Begitu juga kepolisian memastikan penegakan aturan-aturan hukum agar berjalan dengan baik, dimulai dari upaya pencegahan gangguan kamtibmas.

"Pak Gubernur (Herman Deru) pun sudah mengakui Muratara sudah berubah, dan ini harus terus kita jaga," kata Devi.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved