Berita Muba

Kejari Muba Tetapkan Satu Tersangka Korupsi, Kasus Dana Bergulir KUMKM, Rugikan Negara Rp 538 Juta

Kejari Muba menetapkan satu tersangka korupsi pada kasus dana bergulir KUMKM atas nama Rudi Hartono dengan kerugian negara Rp 538 Juta.

Editor: Vanda Rosetiati
DOK KEJARI MUBA
Kejari Muba menetapkan satu tersangka korupsi pada kasus dana bergulir KUMKM atas nama Rudi Hartono dengan kerugian negara Rp 538 Juta. 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Kejaksaan negeri Musi Banyuasin (Muba) menetapkan satu tersangka korupsi pada kasus dana bergulir koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengakibatkan kerugian negara Rp 500 juta.

Penetapan tersangka korupsi Rudi Hartono pada kasus dana bergulir koperasi UMKM di Muba ini dilakukan Selasa (13/9/2022) lalu.

Total kerugian negara pada kasus dugaan korupsi dana bergulir koperasi UMKM Muba ini mencapai Rp 538 juta.

Tersangka Rudi Hartono adalah Ketua Gapoktan Div. E KUD Buana Kec Tungkal Jaya Kab Muba

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muba, Marcos MM Simare Mare, SH MHum, melalui Kasi Pidsus Kejari Muba, M Ariansyah Putra SH MH mengatakan penahanan terhadap tersangka setelah Tim Penyidik Kejari Muba melakukan sejumlah rangkaian penyidikan terhadap perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana bergulir koperasi dan KUMKM.

"Penetapan tersangka Rudi Hartono berawal dari rangkaian sejumlah penyidikan dari Maret 2022. Setelah sejumlah alat bukti menunjukkan arah tindak pidana korupsi maka Rudi Hartono kita tetapkan tersangka pada September 2022 ini,”kata Ariansyah, Selasa (20/9/2022).

Baca juga: Copot Kapolda Sumsel Trending di Twitter, Ini Kata Kabid Humas Kombes Pol Supriadi

Lanjutnya, sebelum menetapkan tersangka pihaknya telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli.

Dari perkara tersebut negara mengalami kerugian sebesar Rp538.936.416,-berdasarkan Hasil Penghitungan BPKP Sumatera Selatan dan hasil expose berkesimpulan dengan terpenuhinya minimal 2 alat bukti yang sah pada pukul 13.00 telah ditetapkan 1 orang tersangka.

"Berdasarkan Pasal 20, 21 KUHAP guna percepatan dalam proses penangan perkara tersebut terhadap tersangka tersebut pada pukul 21.00 WIB, Selasa lalu dilakukan penahanan serta dititipkan di Lapas Klas II B Sekayu untuk 20 hari kedepan," jelasnya. (sp/dho)

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved