Berita Prabumulih

"Apakah Tidak Menciderai Hati Masyarakat", Jawaban Ridho Soal Inpres Mobil Listrik

Walikota Prabumulih Ridho Yahya merespon Inpres Mobil Listrik yang dikeluarkan Presiden Jokowi.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih Ridho Yahya merespon Instruksi Presiden (Inpres) Mobil Listrik 

Laporan wartawan Tribun Sumsel Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 7 tahun 2022 tentang percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai di instansi pemerintah pusat dan daerah.

Kebijakan Presiden Joko Widodo yang pemerintah pusat dan daerah menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle) sebagai kendaraan dinas, dijawab Walikota Prabumulih dengan dua versi.

Ridho mengaku sebagai Walikota dirinya setuju dan mengikuti program Presiden tersebut namun sebagai pribadi dirinya prihatin dengan kondisi saat ini.

"Kalau kapasitas sebagai Walikota, kita mengikuti program dari pemerintah itu. Tapi kalau secara pribadi, apakah kita tidak prihatin dengan kondisi saat ini," ungkap Ridho kepada wartawan, kemarin.

Ridho mengaku dengan kondisi saat ini harga BBM naik, ditambah sembako naik, angkutan naik dan semuanya naik masa pemerintah daerah harus membeli mobil baru.

"Apakah ini tidak menciderai hati masyarakat, kan mobil listrik itu beli juga," keluhnya. 

Selain itu kata bapak tiga anak ini, saat ini anggaran daerah sangat banyak pemangkasan sehingga perlu dipikirkan dan tidak serta merta beralih ke kendaraan listrik.

"Maksud kita nantilah kalau sudah normal, sudah tenang dan ekonomi sudah membaik kemudian juga anggaran di pemerintahan sudah agak stabil baru kebijakan itu (beli mobil listrik- red) kita berlakukan," tegasnya.

Lebih lanjut pria gemar olahraga ini mengaku penggunaan mobil listrik belum terlalu urgent atau penting, yang lebih penting adalah kondisi masyarakat yang saat ini kondisi ekonomi makin terpuruk.

"Nanti kalau kondisi sudah stabil baru, sekarang ini kita memanfaatkan yang ada terlebih dahulu, apalagi yang ada saat ini masih bagus," katanya.

Baca juga: Ingin Proyek Strategis Maksimal, Dinas PUPR Prabumulih Minta Dampingi Jaksa

Bahkan Ridho mengaku pihaknya tidak akan tega dengan kondisi dimana pejabat berdasi dengan mobil bagus mobil listrik tapi rakyat menjerit kesusahan tidak makan. 

"Itu yang masih menjadi pikiran kita, makanya ada dua sisi kita menjawab pertanyaan itu," bebernya seraya mengatakan pihaknya akan memanfaatkan kendaraan yang ada terlebih dahulu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved