Berita Lubulinggau

Korupsi Dana Penguatan Kepsek Musi Rawas, Mantan Kadisdik Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Korupsi dana penguatan Kepsek Musi Rawas, mantan Kadisdik Mura dituntut JPU Kejari Lubuklinggau 2,5 tahun penjara denda Rp 50 juta.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Sidang kasus korupsi dana penguatan Kepsek Musi Rawas, mantan Kadisdik Mura dituntut JPU Kejari Lubuklinggau 2,5 tahun penjara denda Rp 50 juta, Kamis (15/9/2022). Terdakwa mengikuti sidang secara zoom. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Korupsi dana penguatan kepala sekolah (Kepsek) Musi Rawas, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lubuklinggau menuntut mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten (Mura) Irwan Efendi dengan pidana penjara 2,5 tahun atau dua tahun enam bulan , denda Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Mantan Kabid Guru dan Tenaga Kependudukan (GTK) Disdik Kabupaten Mura, Rifai dituntut pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp.50 juta subsidair tiga bulan kurungan pada kasus yang sama.

Sedangkan, Staf Bidang GTK Rosurohati (Rosa) dituntut pidana penjara selama dua tahun enam bulan dan denda sebesar Rp.50 juta penjara, subsider tiga bulan kurungan.

Ketiganya menjalani tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang (15/9/2022) karena melakukan Tindak Pidana Korupsi kegiatan Diklat Penguatan Kepala Sekolah pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mura Tahun 2019.

Proses persidangan diikuti ketiga terdakwa secara zoom dari Lapas Kelas II A Kota Lubuklinggau.

Baca juga: Demo Mahasiswa Hari Ini Protes BBM Naik di Pagaralam, Massa Geruduk Kantor DPRD Pagaralam

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lubuklinggau, Riyadi Bayu Kristianto, melalui Kasi Pidsus, Yuriza Antoni, didampingi Kasi Inteligen, Husni Mubaroq mengatakan ketiga terdakwa di tuntut berbeda.

"Hal yang meringankan Irwan karena belum pernah sama sekali di hukum penjara dan telah mengembalikan uang Rp.46.470.000," ungkapnya pada wartawan.

Sedangkan, terdakwa Rifai dituntut berbeda dengan terdakwa Irwan dan Rosurohati dikarenakan pertimbangan-pertimbangan bahwa terdakwa Rifai telah mengajukan Justice Collaborator.

"Karena Rifai mengakui dan berterus terang telah menyesali perbuatannya dan telah menitipkan uang Rp.127.500.000 dan terdakwa selaku Justice Collaborator (JC) berdasarkan surat penetapan No: 1216/L.6.11/Fd.1/03.2022 tanggal 31 Maret 2022," ujarnya.

Kemudian ketiga terdakwa dituntut masing-masing membayar uang pengganti sebesar Rp 142.671.775 dengan ketentuan apabila tidak dibayar dalam waktu satu bulan sesudah putusan dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved