Berita OKI

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Divonis Bebas, JPU Kejari OKI Siapkan Langkah ini

Dua terdakwa kasus korupsi Bibit Sawit divonis Bebas Hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (12/9/2022) siang. Begini sikap JPU Kejari OKI

TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA
Sidang vonis dugaan korupsi pengadaan bibit karet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir yang bersumber dari dana APBN anggaran 2019 silam di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (12/9/2022) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dua terdakwa dugaan korupsi divonis bebas majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (12/9/2022) siang.

Dua terdakwa divonis bebas terkait dugaan korupsi pengadaan bibit karet pada Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir yang bersumber dana APBN anggaran 2019 silam. 

Dua terdakwa dugaan  korupsi yang divonis Bebas diantaranya Tabroni Perdana dan Roni Candra.

Putusan bebas tersebut dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu SH MH dihadapan jaksa penuntut umum dan masing-masing penasehat hukum kedua terdakwa.

Dalam Amar putusannya, majelis hakim menilai bahwa perbuatan kedua terdakwa tidak terbukti secara sah dan bersalah dalam melakukan tidak pidana korupsi, dan membebaskan kedua terdakwa dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum. 

Selain membebaskan kedua terdakwa, majelis hakim juga memerintahkan Jaksa Penuntut Umum Kejari Ogan Komering Ilir (OKI) untuk memulihkan hak-hak para terdakwa dalam kemampuan kedudukan dan harkat serta martabatnya. 

Kemudian majelis hakim juga memerintahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan komering ilir (OKI) untuk mengembalikan uang Sebesar Rp 317 juta yang disita dan diberikan kepada Roni Candra.

Usai mendengarkan putusan yang dibacakan oleh Majelis hakim, Jaksa Penuntut Umum Kejari OKI menyatakan kasasi atas vonis bebas tersebut.

"Setelah hasil putusan, kami langsung lanjut upaya hukum melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. Agar jangan sampai melakukan kesalahan," ujarnya Kasi Pidsus Kejari OKI, M. Fajar Dian P, SH saat ditemui, Senin (12/9/2022) sore.

Dikatakan pengajuan kasasi tersebut akan berlangsung selama kurang lebih 14 hari kedepan.

"Jadi kami mengajukan memori kasasi terhitung mulai hari ini sampai 14 hari kedepan," tambahnya.

Menurutnya dalam jalannya persidangan, JPU Kejari OKI mengajukan tuntutan kepada kedua terdakwa yaitu 1 tahun 3 bulan.

"Pada dasarnya kami sudah maksimal menghadirkan bukti-bukti yang harus dihadirkan dalam persidangan. Saksi-saksi termasuk saksi ahli sudah kami hadirkan dan barang bukti berupa surat menyurat juga telah dilampirkan," 

"Maka mengenai vonis bebas tersebut kita tidak bisa mengintervensi hakim. Itu semua sudah keputusan hakim," ungkap dia.

Baca juga: Sosok Ipda Al Hafiz M Kasat Tahti Polres OKI, Setahun Menjabat Tuntun 3 Tahanan Jadi Mualaf

Sementara itu, Muhammad Revaldo sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan dari keterangan terdakwa dipersidangan mengakui adanya pertemuan antara Roni Candra dengan pihak Tabroni.

"Mungkin pada dasarnya kita tidak bisa menepis bahwa pendapat keyakinan hakim beda pandangan,"

"Di KUHP juga sudah diakomodir kita dapat melakukan upaya hukum langsung kasasi. Karena inikan putusan bebas jadi saya JPU di pidsus ini tidak tinggal diam dengan putusan yang diberikan majelis hakim dan melakukan upaya hukum kasasi," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved