Santri Gontor Tewas

Jenazah AM Santri Gontor Meninggal Dianiaya Diotopsi Kamis Pagi, 16 Saksi Sudah Diperiksa

Jenazah AM santri Gontor 1 Ponorogo Jawa Timur asal Palembang meninggal dunia diduga dianiaya akan diotopsi besok pagi, Kamis (8/9/2022).

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Jenazah AM santri Gontor 1 Ponorogo Jawa Timur asal Palembang meninggal dunia diduga dianiaya akan diotopsi besok pagi, Kamis (8/9/2022). Hal ini diungkap Pengacara Soimah, Titis Rachmawati. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Jenazah AM santri Gontor 1 Ponorogo Jawa Timur asal Palembang meninggal dunia diduga dianiaya akan diotopsi besok pagi, Kamis (8/9/2022).

Jenazah AM santri gontor meninggal dianiaya telah dimakamkan sekira dua minggu lamanya pada Selasa (23/8/2022) di TPU Sungai Selayur Palembang, Jalan Mayor Zein, Lorong Cendana, Kalidoni Palembang.

Untuk melengkapi pemberkasan, maka jenazah AM santri gontor tewas dianiaya akan dibongkar dan akan dilakukan otopsi pada hari Kamis pagi pukul 09.00 WIB.

"Kita putuskan otopsi besok pagi pukul 09.00 WIB," kata Pengacara Soimah, Titis Rachmawati saat di Kantor Advokat Titis Rachmawati, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, keluarga sudah bersedia.

"Karena tadi sudah didiskusikan dengan orang tua almarhum AM, Ibu Soimah, tadi juga sempat salat dulu dan akhirnya menyetujui untuk dilakukan otopsi," katanya.

"Kita sudah koordinasi dengan pihak penyidik, sampai sejauh ini dibahas. Untuk otopsi sendiri, mereka butuh tidak terlalu banyak pemeriksaan dan tidak sampai detail. Hanya melihat dan menemukan penyebab kematiannnya saja," katanya.

Baca juga: Di Palembang, Wapres Maruf Amin Bicara Soal Santri Gontor Meninggal Diduga Dianiaya

Menurutnya, polisi dari Ponorogo benar ke sini Palembang untuk proses pemeriksaan dan juga pemberkasan yang akan segera dilengkapi Soimah sedangkan dilakukan BAP untuk persiapan otopsi.

"Ada tujuh orang polisi dari Polres Ponorogo dan dibackp up dari Polda Jatim. Saya kurang paham apa saja ynag ditanyakan," katanya

Menurut Titis, BAP baru mulai sebelum Ashar sampai sekitar pukul 16.00 WIB, kurang lebih dua jam dilakukan BAP.

BAP sempat dihentikan karena fokus otopsi, karena untuk menyetujui otopsi cukup berat bagi keluarga.

Menurutnya, untuk besok belum tahu sapa saja yang bakal hadir. Karena masih fokus pada klien. Untuk yang diperiksa disana berdasarkan informasi juga ada 16 orang saksi.

"Kita belum tahu siapa saja yang diperiksa dan apakah pelaku diamankan atau tidaknya. Kita sudah LPB, yang melaporkan adanya dugaan penganiayaannya pihak Ponpes jadi sudah cukup," katanya.

Sementara itu awak media belum bisa mewawancarai perwakilan dari Polres Ponorogo maupun Polda Jatim. Mereka sempat keluar namun belum mau diwawancarai.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved