Berita Sriwijaya FC

Jelang Laga Away PSDS Deli Serdang dan PSMS Medan di Liga 2, Sriwijaya FC Optimis Raih Poin Penuh

Pasca menjalani dua laga kandangnya berhasil mengantongi 4 poin, Tim Sriwijaya FC dijadwalkan bakal terbang ke Medan Sumatera Utara

Editor: Slamet Teguh
Media Officer Sriwijaya FC
Starting eleven Tim Sriwijaya FC pada laga kedua Liga 2 grup A wilayah Barat di Stadion Atletik 1 Jakabaring Sport City Palembang, Senin (5/9/2022) sore. 

Ini otomatis berpengaruh dengan tiga tim di bawahnya juga PSKC Cimahi, Semen Padang, dan PSPS Riau melorot satu peringkat menjadi peringkat 4,5,dan 6.

Tiga tim di bawahnya yang sama-sama belum ada mengantongi poin yakni PSDS Deli Serdang dari peringkat delapan naik menjadi peringkat ketujuh bertukar tempat dengan Persiraja Serang yang melorot ke peringkat delapan. Sedangkan Perserang Banten masih di juru kunci peringkat 9.

Keputusan itu akibat gagalnya dilaksanakan pertandingan antara Persiraja Banda Aceh melawan PSMS Medan tadi malam, karena padamnya lampu Stadion. Keputusan itu diambil oleh PT LIB usai menggelar rapat dengan Ketua PSSI.

Dalam salinan surat keputusan Komite Ad-Hoc Kompetisi PSSI dan PT LIB, memutuskan menerima seluruh laporan serta fakta uraian kejadian yang disampaikan oleh pihak-pihak yang sebagaimana disebutkan di
atas. (Penyelenggara dan lainnya)

Selanjutnya dalam surat itu, Komite Ad Hoc memutuskan Klub Persiraja Banda Aceh dinyatakan kalah 0-3, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Jo Pasal 18 Regulasi Kompetisi Liga 2- 2022/2023.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita yang dikonfirmasi wartawan membenarkan sudah mengeluarkan keputusan itu. Hal ini juga merupakan menindaklanjuti surat pengaduan PSMS Medan atas gagalnya tuan rumah menggelar pertandingan yang sudah dijadwalkan dengan alasan mati lampu. 

Bahkan Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh venue tempat pertandingan menjadi rusuh amukan massa. 

Saat amarahnya mulai memuncak, penonton yang berada di tengah lapangan melempari suporter yang duduk di tribun utama (VVIP).

Wartawan, aparat keamanan, ofisial, dan petugas lain yang berada di lapangan juga menjadi sasaran amukan massa.

Penonton melempari wartawan dan aparat dengan sejumlah botol air mineral, serta benda tumpul lainnya.

Suporter yang berada di tribun utama juga menjadi sasaran amukan massa. Penonton menuduh para suporter di tribun utama sebagai panitia.

Melihat kejadian tersebut, ofisial beserta awak media di tribun utama dan di lapangan langsung berhamburan keluar.

Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, pun menjadi merah membara akibat amukan massa yang membakar sejumlah fasilitas di stadion tersebut.

Karena situasi semakin tak terkendali,aparat keamanan yang disiagakan di lokasi tampak kelelahan menghadapi penonton yang makin tak terkontrol.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved