Berita Kriminal Palembang

Laporkan Penipuan Masuk Kerja di Palembang, Belasan Warga 15 Ulu Datangi Polrestabes

Belasan warga 15 ulu Palembang melapor Polisi terkait kasus penipuan masuk kerja atau lowongan kerja di Palembang.

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Wati warga 15 Ulu Palembang saat melaporkan dugaan penipuan masuk kerja di Polrestabes Palembang, Senin (5/9/2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Belasan warga Kelurahan 15 Ulu, Palembang mendatangi Polrestabes Palembang melaporkan kasus dugaan penipuan masuk kerja di Palembang.

Mereka mengaku diming-imingi masuk kerja disebuah perusahaan oleh seseorang  dengan terlebih dahulu memberikan uang berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 2,5 juta. 

Kasus dugaan penipuan masuk kerja di Palembang ini ditengarai dialami puluhan warga namun hanya sebagian yang melapor ke Polisi.

Dijumpai Tribunsumsel.com saat melapor ke Polrestabes Palembang, Wati mengungkapkan ada sebanyak 64 orang korban yang tinggal di Kertapati, telah di RA (31) warga Alang-alang Lebar.

Ia mengenal pelaku dari tetangga-tetangganya yang juga ikut tertipu. 

Total uang para korban yang dibawa oleh pelaku sekitar Rp 30 juta. 

"Kenal dari bulan Juni 2022 lalu kami ditawari masuk kerja di PT Indomie oleh pelaku dengan memberikan sejumlah uang tergantung posisi yang diinginkan kalau di gudang diminta Rp 300 ribu kalau di admin perkantoran bisa Rp 1 juta ke atas. Banyak korbannya, di Kertapati saja ada 64 orang dan hari ini datang ke Polrestabes Palembang sekitar 17 orang, " ungkap Wati yang didampingi Halimatusakdiyah dan Lola saat melapor ke Polisi, Senin (5/9/2022). 

Wati sendiri menyerahkan uang Rp 2,5 juta kepada pelaku untuk memasukkan anaknya bekerja di bagian administrasi, dengan harapan anaknya mendapat pekerjaan. 

Semenjak menyerahkan uang dan tergiur tawaran RA, korban pun selalu menanyakan kepastian kepada RA. Namun pelaku selalu mengulur waktu. 

"Sudah tiga kali ditagih janji pelaku ini, tapi alasannya macam-macam katanya HRD lagi gak ada dan sebagainya, " katanya. 

Sampai akhirnya pelaku akhirnya mengakui jika perusahan sedang tidak membuka lowongan pekerjaan, sementara uang yang sudah disetor kepada RA tidak dikembalikan. 

Menurut Wati pelaku bahkan tidak takut jika ia dan tetangganya yang lain melaporkan RA ke polisi.

"Dia ngaku katanya PT Indomie memang tidak buka lowongan. Dan kami minta lagi uang kami dan dia bilang tidak ada lagi uangnya, kami merasa ditipu dan melaporkan ke polisi, " katanya.

Baca juga: Sikap Tegas Polres Ponorogo Usai Ibu di Palembang Ngadu ke Hotman Paris, Anaknya Meninggal di Gontor

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan penipuan masuk kerja PT Indomie. 

"Benar laporannya sudah ada, tadi di BAP di Unit Tipidkor Reskrim kami. Selanjutnya akan kami lidik pelaku, " katanya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved