Berita Muratara

BBM Subsidi di SPBU Muratara Cepat Habis, Diduga Ulah Mobil Ngepok Tangki Bensin Modifikasi

Warga di Muratara mengeluhkan ketersediaan BBM subsidi di sejumlah SPBU cepat habis, diduga ulah mobil ngepok isi bensin pakai tangki modifikasi.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
BBM subsidi di Muratara cepat habis, warga menduga ulah mobil ngepok. Tampilan mobil ngepok bertangki modifikasi yang pernah viral di medsos saat mengisi BBM bersubsidi di SPBU Rupit, Kabupaten Muratara pada akhir September 2021 lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Warga di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) mengeluhkan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU cepat habis.

Warga menyebut cepat habisnya BBM bersubsidi di Muratara seperti pertalite dan solar di sejumlah SPBU diduga ulah mobil 'ngepok' yang menggunakan tangki modifikasi.

Mobil ngepok menurut warga adalah mobil yang membeli BBM di SPBU dalam jumlah banyak melebihi ketentuan yang ada dalam aturannya.

Menurut warga, mobil ngepok ini biasanya sudah dimodifikasi untuk menimbun, entah menggunakan jeriken, drum atau tangki siluman.

"Minyak di SPBU itu cepat habis diduga buat mobil ngepok itu lah, berapa banyak pun stok di SPBU habis, tidak cukup-cukup," ujar warga, Ahmad, pada TribunSumsel.com, Senin (5/9/2022).

Ia mengungkapkan mobil ngepok membeli BBM bersubsidi di SPBU biasanya untuk dijual lagi eceran dengan harga mahal.

Baca juga: Ongkos Pangkalan Balai ke Palembang Belum Naik, Sopir Angdes: Kami Belum Bisa Naikkan Sepihak

Selian itu, mobil ngepok juga diduga untuk menyuplai operasional mesin galian C pasir atau penambangan emas tanpa izin (PETI).

"Pertama untuk dijual lagi, eceran-eceran itu beli di SPBU itulah, beli dari mana lagi. Terus juga diduga untuk mesin galian C atau PETI liar, diduga ya," kata Ahmad.

Ia menambahkan, sebenarnya tak mempermasalahkan orang membeli BBM subsidi di SPBU untuk dijual lagi terutama di desa-desa yang jauh dari jangkauan SPBU.

Tetapi, kata Ahmad, yang menjadi masalah adalah ketika BBM subsidi di SPBU cepat habis diduga ulah mobil ngepok milik para pedagang eceran yang berada di sekitaran SPBU.

"Kalau untuk dijual di desa-desa yang jauh dari SPBU tidak masalah lah, nah yang jadi masalah yang dekat-dekat SPBU itu, patut kita duga mereka beli di SPBU itulah," katanya.

"Misalnya di SPBU Rupit, SPBU lain juga, lihat sendiri di sekitaran SPBU Rupit itu banyak sekali pedagang minyak eceran, walaupun kita tidak bisa memastikan mereka beli di SPBU itu, tapi kan diduga," tambah Ahmad.

Sementara itu, salah seorang pemilik kios BBM eceran di sekitaran SPBU Rupit mengaku membeli BBM subsidi di SPBU tersebut sudah mengikuti aturan.

"Kami jual minyak ini cuma nak nyari makan, bukan nak kayo. Kami beli jugo idak nyalahi aturan, kami pakai mobil, bukan jeriken, belinyo jugo sekali antre," ujar pengecer.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved