Pembunuhan Wanita Pedagang Sayur di OI

'Siap Saya Dihukum Mati', Pelaku Pembunuhan Wanita Tukang Sayur di OI Sempat Bantu Gali Makam Korban

'Saya siap dihukum mati', kata Masri pelaku pembunuhan wanita tukang sayur di OI yang  sempat membantu menggali makam dan memakamkan korbannya.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Masri pelaku pembunuhan wanita tukang sayur di OI  sempat membantu menggali makam dan memakamkan korbannya diamankan di Polres OI, Rabu (24/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - 'Saya siap dihukum mati', kata Masri pelaku pembunuhan wanita tukang sayur di OI yang  sempat membantu menggali makam dan memakamkan korbannya.

Pelaku pembunuhan wanita tukang sayur di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Tanjung Raja, diamankan oleh tim gabungan Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Polsek Tanjung Raja.

Kepada polisi, Masri (37 tahun) tersangka pelaku pembunuhan wanita tukang sayur di OImengakui perbuatannya, mengungkapkan penyesalan serta permohonan maaf pada keluarga korban.

"Saya benar-benar khilaf. Saya minta maaf," kata tersangka saat dipaparkan di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (24/8/2022).

Diungkapkan tersangka, pembunuhan berawal saat dia menyatroni rumah korban pada Senin (15/8/2022) malam sekira pukul 23.00.

Saat masuk rumah dan hendak mengambil sebuah handphone, korban yang sedang tidur lalu terbangun dan langsung mengambil parang.

Baca juga: Mayat Balita Ditemukan di Dam Jalan Radial Palembang, Terjatuh Saat Main Hujan-hujanan

Menurut tersangka, korban berusaha membacok dengan parang namun terlebih dahulu dicegah.

"Begitu dia (korban) mengejar saya sambil bawa parang, saya berbalik dan menusuknya," ungkap tersangka.

Korban pun mengalami luka tusuk di dada dan paha hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara tersangka melarikan diri dan sempat kembali ke TKP saat jasad korban ditemukan terbujur kaku pada Rabu (17/8/2022) malam.

Saat jenazah korban dimakamkan keesokan harinya, tersangka juga membantu menggali lubang makam.

"Saya sempat bantu gali kubur, bantu makamkan korban. Saat itu rasanya dada saya mau pecah," ungkap tersangka sambil tertunduk.

Setelah korban dimakamkan, tersangka mengaku bingung dan memilih pergi ke tempat kerabat di Kertapati, Palembang.

Di tempat pelarian, tersangka mengaku pasrah jika harus diamankan aparat kepolisian.

"Saya koordinasi dengan keluarga 'bagaimana ini bagusnya, saya nurut saja. Mau ditangkap juga tidak apa'," ujar tersangka yang kerja serabutan ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved