Berita Muratara

Mata Dea Berkaca-kaca, Napi Narkoba Lapas Muratara Dapat Remisi Kemerdekaan 2022, Langsung Bebas

Dea, Napi kasus narkoba di Lapas Muratara ini saat keluar dari Lapas. Dia mendapat remisi kemerdekaan 2022 dan langsung bebas.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Afriansyah alias Dea (kanan), napi kasus narkoba yang mendapat remisi kemerdekaan 2022 dan langsung bebas dari Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Kabupaten Muratara, Kamis (18/8/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Mata Dea berkaca-kaca, narapidana (Napi) kasus narkoba  di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Muratara ini dapat remisi kemerdekaan 2022. 

Afriansyah nama lengkap pria tersebut kini bisa menghirup udara segar di luar lembaga pemasyarakatan (Lapas) setelah dapat remisi umum II atau pengurangan masa hukuman remisi kemerdekaan 2022  hingga dinyatakan bebas.

Saat keluar dari Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, mata Afriansyah alias Dea tampak berkaca-kaca. Dia bersyukur dapat remisi kemerdekaan 2022. 

Ia mengaku sangat menyesal melakukan perbuatan tindak pidana yang membawanya ke balik jeruji besi.

"Saya benar-benar menyesal pak," kata narapidana (napi) kasus penyalahgunaan narkoba ini.

Afriansyah alias Dea tak banyak ingat tentang bagaimana akhirnya ia bisa ditangkap polisi.

Baca juga: Pembunuhan di Ogan Ilir Tanjung Raja, Pedagang Sayur Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Perampokan

Ia ingin melupakan sejarah suram dalam hidupnya itu dan memulai lembaran baru setelah bebas.

Sepenggal cerita yang masih ia ingat hanya detik-detik penangkapan oleh polisi yang saat itu dirinya sedang tidur.

Polisi menemukan alat hisap sabu berupa pipet saat menggeledah salonnya.

Warga asal Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim ini adalah pemilik salon.

"Saya ditangkap lagi tidur, saya kerja nyalon, barang bukti ada pipet," ujar pria yang masih bujangan ini.

Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa Afriansyah alias Dea sering memakai sabu-sabu di salonnya.

Ia pun mengakui memang mengkonsumsi sabu-sabu, bahkan sejak berumur 20 tahunan.

Pria yang kini berusia 29 tahun ini mengaku bisa terjerat narkoba karena pengaruh pergaulan.

Selain itu, kata dia, bekerja di salon sambil memakai narkoba menjadi penyemangat baginya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved