Berita Internasional

'Situasi Mengkhawatirkan' Ilmuwan Beberkan Efek Mengerikan Dari Serangkaian Gelombang Panas Ekstrem

Para ilmuwanpun mengungkapkan sejumlah efek mengerikan dari serangkaian gelombang panas ekstrem.

Editor: Slamet Teguh
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Ilmuwan Beberkan Efek Mengerikan Dari Serangkaian Gelombang Panas Ekstrem 

"Perairan di lepas pantai Israel, Siprus, Lebanon dan Suriah adalah titik panas terpanas di Mediterania, pasti," kata Gil Rilov, ahli biologi kelautan di lembaga Penelitian Oseanografi dan Limnologi Israel, dan salah satu rekan penulis makalah.

Suhu laut rata-rata di musim panas sekarang secara konsisten di atas 31 derajat Celcius.

"Laut yang memanas ini mendorong banyak spesies asli ke tepi jurang, karena setiap musim panas suhu optimal mereka terlampaui," katanya.

Apa yang dia dan rekan-rekannya saksikan dalam hal hilangnya keanekaragaman hayati adalah apa yang diproyeksikan akan terjadi lebih jauh ke barat di Mediterania menuju Yunani, Italia dan Spanyol di tahun-tahun mendatang.

Lebih lanjut, Garrabou menunjukkan bahwa laut telah "melayani" Bumi dengan menyerap 90 persen dari kelebihan panas bumi dan 30 persen karbon dioksida yang dipancarkan ke atmosfer oleh produksi batu bara, minyak dan gas.

Efek penyerap karbon ini melindungi planet ini dari efek iklim yang lebih keras.

Hal ini dimungkinkan karena samudra dan laut dalam kondisi sehat, kata Garrabou.

"Tapi sekarang kita telah mendorong lautan ke keadaan yang tidak sehat dan disfungsional," katanya.

Sementara emisi gas rumah kaca bumi harus dikurangi secara drastis jika pemanasan laut ingin dikurangi, para ilmuwan kelautan secara khusus mencari pihak berwenang untuk menjamin bahwa 30 persen wilayah laut dilindungi dari aktivitas manusia seperti penangkapan ikan, yang akan memberikan kesempatan bagi spesies untuk pulih dan berkembang.

Baca juga: Gelombang Panas Sedang Terjadi di Indonesia? Ini Penjelasan BMKG

Baca juga: Kini Bumi Mencapai Rekor Suhu Terpanas, Empat Negara Laporkan Suhu Lebih dari 50 Derajat Celcius

Sekitar 8 persen dari wilayah Laut Mediterania saat ini dilindungi.

Garrabou dan Rilov mengatakan pembuat kebijakan sebagian besar tidak menyadari pemanasan Mediterania dan dampaknya.

"Tugas kita sebagai ilmuwan untuk membawa ini menjadi perhatian mereka sehingga mereka dapat memikirkannya," kata Rilov.

Gelombang panas terjadi ketika cuaca sangat panas berlanjut selama beberapa hari, tanpa hujan atau sedikit angin.

Gelombang panas daratan membantu menyebabkan gelombang panas laut dan keduanya cenderung saling memberi makan dalam lingkaran pemanasan yang ganas.

Gelombang panas daratan telah menjadi hal biasa di banyak negara di sekitar Mediterania, dengan efek samping yang dramatis seperti kebakaran hutan, kekeringan, kehilangan panen, dan suhu yang sangat tinggi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved