Gelombang Panas di Indonesia

Gelombang Panas Sedang Terjadi di Indonesia? Ini Penjelasan BMKG

Gelombang Panas sedang terjadi di berbagai belahan dunia. Gelombang Panas di Indonesia tidak terjadi menurut BMKG.

Tayang:
www.thecairopost.com
BMKG jelaskan tentang gelombang panas yang sedang terjadi di Indonesia. Foto ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gelombang Panas sedang terjadi di berbagai belahan dunia.

Gelombang Panas di Indonesia tidak terjadi menurut BMKG.

Permasalahan gelombang panas sudah dilaporkan terjadi di berbagai negara di dunia dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia.

Apakah gelombang panas ini juga bisa terjadi di Indonesia?

Gelombang panas adalah periode cuaca panas yang tidak umum, yang biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. 

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suhu harus berada di luar rata-rata historis untuk area tertentu.

Koordinator Sub Bidang Informasi Gas Rumah Kaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Alberth Nahas mengatakan, dari definisi dan klasifikasi yang ada saat ini Indonesia tidak pernah mengalami fenomena gelombang panas.

"Gelombang panas itu kalau temperatur udara di suatu lokasi itu di atas 35 derajat Celsius selama 3-5 hari berturut-turut. Kebetulan kalau di Indonesia secara umum belum pernah terjadi," kata Alberth dalam diskusi Bicara Udara Journalist Class, Selasa (19/7/2022).

Alberth menjelaskan, Indonesia sendiri belum pernah mengalami fenomena gelombang panas ini karena letak geografisnya yang dikelilingi oleh lautan.

"Jadi salah satu komponen yang bisa mengurangi gelombang panas adalah komponen uap air," kata dia.

Gelombang panas, umumnya terjadi berkaitan dengan berkembangnya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat.

Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut.

Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut.

Alberth menambahkan, dengan letak geografis Indonesia yang dikelilingi lautan ini, membuat wilayah Indonesia selalu dalam kategori kondisi lembab.

Oleh karenanya, fenomena gelombang panas ini belum pernah terjadi di Indonesia. 

Artikel ini telah tayang di Kompas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved