Berita Nasional

Anies Baswedan Kembali Kena Masalah, Kali Ini Soal Nama Rumah Sakit, Dikritik Keras PDIP dan PSI

Langkah Anies mengganti istilah Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat dianggap ngawur dan tidak penting.

Editor: Slamet Teguh
YouTube Anies Baswedan
Anies Baswedan Kembali Kena Masalah, Kali Ini Soal Nama Rumah Sakit, Dikritik Keras PDIP dan PSI 

TRIBUNSUMSEL.COM - Masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta bakal segera selesai.

Sejumlah kebijakan sudah banyak dikeluarkan oleh Anies Baswedan.

Namun, tak jarang juga Anies Baswedan mendapat kritikan keras.

Yang terbaru, Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan penjenamaan rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta menuai kritik dan hujatan dari berbagai pihak.

Langkah Anies mengganti istilah Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat dianggap ngawur dan tidak penting.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, kritikan ini disampaikan oleh politisi PDIP dan PSI.

Kader PDIP sekaligus Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyindir kebijakan Anies yang menurutnya ngawur.

"Buat program itu yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat," ujar Edi, Kamis (4/8/2022).

"Bukan cuma ganti-ganti nama. Kemarin nama jalan, sekarang rumah sakit."

"Stop deh bikin kebijakan ngawur," sambungnya.

Sementara itu Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Anggara Wicitra Sastroamidjojo melihat masih banyak masalah lain yang seharusnya diprioritaskan oleh Anies.

"Memang tidak ada salahnya mengubah nama RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta dengan segala alasannya. Namun, ada urgensi yang lebih besar di bidang kesehatan," ucap Anggara, Kamis (4/8/2022).

Anggara kemudian mengungkit adanya belasan kelurahan yang belum memiliki puskesmas mulai dari Kelurahan Duri Selatan, Glodok, Cikini, Gambir, hingga Kemayoran.

"Dalam masa jabatan Gubernur Anies sejak 2017, pembangunan puskesmas di kelurahan-kelurahan ini tidak dikejar. Padahal, puskesmas penting sebagai akses layanan utama masyarakat di wilayah," ujar Anggara.

"Selain itu, puskesmas juga berperan penting dalam upaya promotif preventif. Menurut saya jangan fokus ke hal-hal seremonial dulu sebelum yang esensial selesai," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved