Berita Nasional

Nasib Kopda Muslimin Usai 5 Pelaku Suruhan Untuk Menembak Istrinya Ditangkap, Kapolda Jateng Tegas

Mereka Sugiyono dan Ponco Adi Nugroho yang bertindak sebagai eksekutor, Supriyono dan Agus Santoso sebagai pengawas, serta Dwi Sulistyono.

Editor: Slamet Teguh

Laporan Wartawan Tribun Banyumas Rika Irawati

TRIBUNSUMSEL.COM, SEMARANG - Nama Kopda Muslimin kini masih terus menjadi perhatian publik.

Apalagi diketahui, jika Kopda M merupakan orang yang menyuruh pelaku penembakan istrinya.

Kini, iapun tengah menjadi buronan polisi.

Seperti diketahui, Kopda Muslimin menjadi otak upaya menghilangkan nyawa istrinya, Rini Wulandari.

Ia memita bantuan eksekutor untuk menembak istrinya.

Setelah eksekusi, Kopda Muslimin lantas membayar 'jasa' eksekutor Rp 120 juta.

"Jadi setelah korban dibawa ke rumah sakit, suami korban menelepon eksekutor untuk pembayaran transaksi  Rp 120 juta sebagai kompensasi, dibagi kepada para pelaku," jelas Kapolda Jateng, Irjen Pol Achmad Luthfi dikutip dari siaran langsung Yotube Kompas TV.

Luthfi mengatakan, tim gabungan dari Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro telah menangkap lima tersangka.

Mereka Sugiyono dan Ponco Adi Nugroho yang bertindak sebagai eksekutor, Supriyono dan Agus Santoso sebagai pengawas, serta Dwi Sulistyono sebagai penyedia senjata api.

Luthfi mengatakan, para tersangka ditangkap empat hari setelah kejadian.

Selain para tersangka, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata api diduga rakitan yang digunakan dalam penembakan.

Kemudiam empat butir peluru yang tersisa, motor Honda Beat yang digunakan pengawas, motor Kawasaki Ninja yang digunakan eksekutor, pakaian, serta sepatu para pelaku.

Baca juga: Sosok W Wanita Selingkuhan Kopda Muslimin Diperiksa, Kasus Istri TNI Ditembak Babi CS

Baca juga: Brigadir J Dapat Ancaman Pembunuhan Sejak Juni hingga H-1 Sebelum Tewas sampai Ia Menangis

Polisi juga mengamankan rekaman CCTV yang membuat kasus ini terungkap, termasuk, uang dan barang-barang yang dibeli pelaku dari hasil pembayaran, di antaranya motor dan emas," kata dia.

Menurut Luthfi, aksi penembakan istri TNI ini telah dimulai para tersangka pada pukul 08.00 WIB.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved