Harga Sawit Sumsel 2022
Update Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Juli 2022, Turun Rp 259,48 per kg
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumsel pada periode II Juli 2022 masih terus mengalami penurunan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli periode II tahun 2022 masih terus mengalami penurun.
Kali ini Harga Sawit turun Rp 259,48 per kg dibandingkan periode I Bulan Juli 2022 atau periode sebelumnya.
"Harga TBS Sumsel saat ini Rp 1.611 per kg untuk tahun tanam 10-20 tahun, harga ini turun Rp 259,48 per kg dari sebelumnya," kata Kabid P2HP Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Mukpakanisin, Kamis (21/7/2022).
Berdasarkan hasil rapat ditetapkan hasil penetapan harga TBS yaitu dengan tahun tanam 3 tahun diharga Rp 1.401 per kg tahun tanam 4 tahun di harga Rp 1.438 per kg, tahun tanam 5 tahun di harga Rp 1.472 per kg.
Lalu, tahun tanam 6 tahun di harga Rp 1.502 per kg, tahun tanam 7 tahun di harga Rp 1.529 per kg, tahun tanam 8 tahun di harga Rp 1.553 per kg, dan tahun tanam 9 tahun di harga Rp 1.574 per kg.
Kemudian tahun tanam 10-20 tahun yang sering dipakai sebagai harga acuan Rp 1.611 per kg, tahun tanam 21 tahun di harga Rp 1.589 per kg, tahun tanam 22 tahun di harga Rp 1.571 per kg.
Lalu, tahun tanam 23 tahun di harga Rp 1.549 per kg, tahun tanam 24 tahun di harga Rp 1.524 per kg, dan tahun tanam 25 tahun di harga Rp 1.466 per kg. Sedangkan untuk harga CPO Rp 7.151 dan harga inti Rp 4.092.
Harga TBS Sumsel periode I Juli 2022
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) pada Juli periode I tahun 2022 mengalami penurunan cukup drastis yaitu Rp 766,66 per kg dibandingkan periode sebelumnya.
"Harga TBS saat ini Rp 1.870,48 per kg untuk tahun tanam 10-20 tahun, harga ini turun Rp 766,66 per kg dari sebelumnya," kata Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian, Senin (11/7/2022).
Rudi menjelaskan, penurunan TBS ini dipengaruhi faktor internal, yakni turunnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) hampir di seluruh perusahaan berdasarkan sumber data yang ada.