Berita Palembang

Jawab Isu "Titipan", Timsel Bawaslu Sumsel Pastikan Seleksi Dilakukan Transparan

Tim Seleksi (Timsel) Bawaslu Sumsel 2022 membantah ada "Titipan" dan menjamin Seleksi Dilakukan Transparan

TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua Timsel Bawaslu Sumsel Dr Zakaria Wahab menjawab isu "titipan" dalam rangkaian Seleksi Bawaslu Sumsel 2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Seleksi Calon komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), periode 2022-2027 dibayangi isu tidak sedap, yang saat ini masih dalam proses tahapan seleksi oleh Tim Seleksi (Timsel).

Isu tidak sedap itu, diantaranya jika 3 nama yang akan mengisi komisioner Bawaslu Sumsel kedepan adalah titipan dari parpol besar yang ada.

Ataupun kelompok organisasi tertentu.

"Ya, tahulah isinya sudah titipan semua dan seleksi hanya formalitas saja," ungkap salah satu sumber.

Bahkan sumber lain yang saat ini masih mengikuti tahapan, mengaku akan susah untuk lolos ketahap berikutnya, dan hanya ingin mencari pengalaman.

"Mau gimana lagi, kalau memang tidak lolos kita menunggu pengganti mundurnya saja, sebab saya juga sudah habis jutaan rupiah mengikutinya," ucap sumber tak mau menyebutkan namanya.

Ditambahkannya, jika dalam tahapan tes yang dilalui baik tertulis maupun psikotes, ia mengaku tidak ada masalah dalam menghadapinya dan jika itu murni ia bisa lolos tahapan selanjutnya.

"Kalau tes kemarin tidak masalah, InsyaAllah kita bisa melaluinya, tinggal putusan ada di Timsel," ungkapnya.

Sementara Ketua Timsel Bawaslu Sumsel Dr Zakaria Wahab memastikan seleksi komisioner Bawaslu Sumsel dilaksanakan transparan dan profesional.

Diakui Zakaria, dari 139 peserta yang lolos administrasi, terdapat 6 peserta yang tidak mengikuti baik tes tertulis pada 18 Juli sebanyak 4 orang dan Psikotes pada 20 Juli lalu  2 orang tidak mengikutinya.

"Jelas enam orang itu tidak lolos tahapan seleksi selanjutnya, karena sudah gugur," paparnya, seraya pada saat ini baru 3 calon komisioner yang diambil karena jabatan berakhir pada September 2022, sementara 2 calon komisioner lagi akan dilakukan seleksi karena jabatan yang lama akan berakhir pada 2023, yang semuanya menunggu pusat.

Dijelaskan Dosen Unsri ini, pihaknya akan mengumumkan 12 besar nama calon komisioner yang lolos pada 25 Juli mendatang, sebelum mengukuti tes wawancara oleh Timsel.

Baca juga: Siapa saja Lima Timsel Bawaslu Provinsi Sumsel Terpilih? Berikut Daftar Namanya

Sebelum itu juga, pihaknya akan membuka masukan dari masyarakat terkait rekam jejak calon yang ada, tapi harus dengan melampirkan identitas pelapor yang tetap kita rahasiakan serta bukti jelas.

"Nanti 12 nama yang lolos diwawancarai (28-29 Juli) dan tes kesehatan (26-27 Juli), sehingga dapat 6 besar, yang nantinya akan jadi 3 itu urusan Jakarta melakukan fit and propertes. Perkiraan 10 September sudah di sampaikan ke pusat kemudian nantinya pelantikan sekita 21-23 September," paparnya.

Zakaria juga memastikan jika proses seleksi tidak ada "titipan" dengan partai apapun dan kelompok tertentu, sebab ia menjamin proses dilakukan secara profesional, jelas dan transparan.

"Kalaupun ada yang berteriak itu ini, saya rasa biasa mereka yang tidak lulus, yang jelas harapannya kita nyari komisioner yang berintegritas, memiliki pengetahuan dan yang terbaiklah," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved