Petani Inovatif HUT Tribun Sumsel
Siska Antoni Petani Inovatif Prabumulih Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Agro Wisata Nanas
Siska Antoni gencar memberdayakan pertanian nanas berikut pengolahannya. Dia memanfaatkan lahan tidur menjadi agro wisata nanas.
Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Prihatin dengan keadaan nanas di Kota Prabumulih yang merupakan ikon kota namun kebun dan pusat pegolahan nanas makin berkurang, membuat Siska Antoni alias Ateng gencar memberdayakan pertanian nanas berikut pengolahannya.
Pemuda asal Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih tersebut berhasil membuat buah nanas yang selama ini tidak diminati, tidak bernilai bahkan dibuang-buang berubah menjadi bernilai ekonomis tinggi.
Jika dulu hanya buah nanas yang besar bisa dijual, kini buah yang kerdil, daun hingga ampas pengolahan daun bisa bermanfaat dan menghasilkan uang.
Ia terus bertekat untuk membuat nanas tidak hanya sekedar ikon, namun menjadi daya tarik wisata dan bernilai ekonomi serta membuat lahan tidur alias tak termanfaat menjadi bermanfaat.
Saat ini khususnya di kawasan Kelurahan Karang Jaya, sudah sebanyak 45 hektare lahan di bawah kelompok tani Karya Muda diketuai Ateng. Hal ini juga membuat para petani di kelurahan dan desa di kota Prabumulih menggerakkan kelompok tani untuk bertani nanas.
"Awal mulanya kita sangat prihatin dengan Kota Prabumulih ini karena kota ini memiliki ikon buah nanas dan ada banyak tugu nanas dibangun, namun ketika orang luar mau cari nanas dan mau beli oleh-oleh nanas susah ditemukan, atas keprihatinan itu kita terus menggalakkan bertani nanas, memajukan buah nanas ini," ungkap Siska Antoni alias Ateng ketika diwawancarai di lahan nanas Kelurahan Karang Jaya.
Ateng mengaku, ia bersama puluhan petani kelurahan Karang Jaya didukung pemerintah kelurahan dan Pemerintah Kota Prabumulih bertekat menjadikan kawasan pertanian nanas di Karang Jaya menjadi kawasan agro wisata nanas.
"Dengan agro wisata maka masyarakat khususnya pendatang yang ingin tahu nanas khas Prabumulih dapat diarahkan ke sana. Kita tidak ingin lagi mendengar adanya orang beli nanas di Prabumulih mengeluh asam karena nanas Prabumulih itu manis," katanya.
Saat ini sebanyak puluhan petani di Kelurahan Karang Jaya dan masyarakat memiliki usaha tambahan dengan hidupnya pertanian nanas dan pengolahan nanas.
"Petani lebih peduli dengan nanas, bahkan kini banyak petani membuka lahan khusus nanas, tidak lagi sebagai buah selang di kebun karet. Pagi mereka mengurus karet, siang mengurus kebun nanas, mengolah jadi serat nanas bahkan untuk ibu-ibunya bersama PKK membuat olahan kripik nanas," katanya.
Jika dulu bertanam nanas hanya mengambil buah yang besar, kini keseluruhan dari buah nanas tidak lagi terbuang percuma tapi memiliki manfaat bernilai ekonomi untuk masyarakat.
"Buah nanas yang besar dijual ke pasar atau agen, buah yang kecil bisa untuk olahan keripik, jus dan lainnya, lalu daun bisa diolah untuk diambil seratnya lalu dijadikan benang dan ampas pengolahan daun bisa dijadikan pupuk maupun makanan hewan ternak. Jadi seluruh dari tanaman nanas bisa dimanfaatkan," bebernya.
Ateng mengaku akan terus bertahap menrealisasikan agro wisata nanas di wilayahnya bersama Pemerintah kelurahan dan tentunya juga dengan dukungan pemerintah kota Prabumulih.
"Jadi kalau saat ini baru ada perkebunan nanas terhampar luas dengan buah nanas khas Prabumulih, ada pembibitan, ada gedung pengolahan keripik, pengolahan jus dan makanan lainnya, ada pengolahan serat nanas. Kedepan harapan kami akan jadi semacam wisata edukasi, sehingga banyak dikunjungi dan nanas tak sekedar icon," bebernya.
Ateng bersyukur saat ini sudah hanyak warga yang terus bergabung dan bersama mengelola nanas menjadi tambahan ekonomi untuk keluarga. "Kelompok tani dan petani juga banyak belajar ke kita karena mereka kurang SDM dan alat tidak ada sehingga belajar dan alhamdulillah saat ini sudah banyak yang memanfaatkan bertanam buah nanas di lahan mereka," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Siska-Antoni-memberdayakan-pertanian-nanas-manfaatkan-lahan-tidur-jadi-agro-wisata-nanas.jpg)