Berita Palembang
Perbandingan Mobil Listrik dan Bensin, Nissan dan Hyundai Beri Penjelasan
Perbandingan Mobil Listrik dan Bensin (BBM), Nissan dan Hyundai beri Penjelasan
Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Pemerintah terus mendorong penggunaan mobil listrik karena dinilai ramah lingkungan dan bisa jadi kendaraan masa depan sebab bisa hemat energi.
Upaya itu didorong dengan menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Palembang.
Saat ini sudah ada dua SPKLU yang dibangun oleh PLN yakni di kantor PLN di Jalan Kapten A Rivai dan Demang Lebar Daun yang bisa menampung pengisian baterai mobil atau motor listrik lebih cepat.
General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatra Selatan, Jambi dan Bengkulu yang baru, Bambang Dwiyanto mengatakan SPKLU ini tersedia mode slow charging dan fast charging.
Mode slow charging membuat pengisian kendaraan listrik bisa dilakukan dengan meninggalkan kendaraan di SPKLU selama beberapa jam.
Namun untuk mode fast charging bisa menggunakan dua panel charging sekaligus dengan daya pengisian full cuma satu jam saja.
"Jadi cocok bagi pemilik kendaraan listrik yang tengah istirahat sambil mengisi daya baterai untuk melanjutkan perjalanan lagi," ujar Bambang, Rabu (8/6/2022).
Bambang mengatakan peminat dan respon mobil listrik ini sebenarnya bagus namun karena harganya memang masih berada si level menengah atas maka pemilik kendaraan ini sendiri belum terlalu banyak di Palembang atau Sumsel.
Itulah sebabnya PLN bersyukur adanya Pergub 26 2021 Desember tentang penggunaan Kendaraan bermotor listrik berbasis batre (KBLBB) sehingga mendorong upaya sosialisasi penggunaan mobil listrik.
Sebagai contoh pemprov Sumsel mendorong agar mobil dinas ke depan dianggarkan pembeliannya menggunakan mobil listrik.
Sementara itu Nasional Sales Division Head Nissan Indonesia Caca Tobing mengatakan Nissan mendukung program gerakan ramah lingkungan dengan menghadirkan dua kendaraan listrik yakni Nissan Kick dan Leaf.
Caca menjelaskan kendaraan listrik Nissan leaf bisa diisi penuh 40 kwh dengan biaya Rp 57.888 yang bisa dijalankan dengan jarak tempuh 311 km.
Biaya ini jauh lebih murah dibanding penggunaan mobil bahan bakar dengan jarak tempuh yang sama karena akan menghabiskan bahan bakar penuh 60 liter dengan biaya Rp 540 ribu dengan jarak tempuh 540 km.
Dua hari touring dari Jakarta sampai Palembang baru sekali charging dan akan lanjut lagi sampai jambi dengan estimasi sekali pengisian lagi di Sungai Lilin.
"Kehandalan Nissan Leaf sendiri sudah teruji dengan ikut touring uji kehandalan kendaraan listrik yang dilakukan Kementrian Perhubungan membuktikan kehandalan mobil listrik melakukan perjalanan darat dari Jakarta-Jambi dengan jarak tempuh 826 Km awal Januari lalu di dengan rute Jakarta-Jambi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Perbandingan-Mobil-Listrik-dan-Bensin.jpg)