Puisi Berjudul “Aku“ Merupakan Karya dari? Puisi yang Memiliki Pengaruh Besar Tahun 1945
Puisi Berjudul “Aku“ Merupakan Karya dari? Puisi yang Memiliki Pengaruh Besar pada Angkatan 45
Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Puisi berjudul “Aku” merupakan karya dari penyair terkenal Chairil Anwar yang sangat menginspirasi.
Puisi “Aku", yang ditulis tahun 1943, dimuat di majalah Timur pada 1945, dianggap sebagai puisi yang besar pengaruhnya pada Angkatan 45.
Berikut puisi "Aku" dari buku kumpulan puisi Chairil "Aku Ini Binatang Jalang"
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
Baca juga: Lirik Lagu Sapu Nyere Pegat Simpay dan Artinya, Lagu Daerah Sunda Bermakna Perpisahan
Baca juga: Jerman Sedang Cari 300 Perawat Indonesia, Pendaftaran Tutup Tiga Hari Lagi
Mengutip Chairil Anwar, Hasil Karya dan Pengabdiannya (2009) karya Sri Sutjianingsih, puisi Aku merupakan gambaran hidup Chairil Anwar yang individualistis.
Chairil Anwar mulai dikenal sebagai penyair pada 1945.
Pada tahun itu, Chairil Anwar meminta kepada Armyn Pane, redaksi Panji Pustaka agar memuat sajak-sajaknya.
Di antara sajak-sajak itu, ada puisi berjudul Aku yang ditolak Armyn Pane karena dianggap individualistis, terlalu berbau pemujaan pada diri sendiri.
Tetapi Chairil tidak sakit hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Puisi-Berjudul-Aku-Merupakan-Karya-dari-Puisi-yang-Memiliki-Pengaruh-Besar-Tahun-1945.jpg)