Berita Palembang

Sosok Semasa Hidup Dzakwan Rafiandra, Bocah SD Korban Tewas Kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta

Sosok semasa hidup Dzakwan Rafiandra, bocah SD korban tewas kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Salat gaib yang digelar siswa maupun guru SDIT Al Hidayah Palembang untuk mengenang teman mereka Dzakwan Rafiandra Syahputra (8) bersama sang ayah M. Yusri Syarif (52) yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta Palembang, Senin (18/4/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sosok semasa hidup Dzakwan Rafiandra, bocah SD korban tewas kecelakaan di Jalan Soekarno Hatta.

Meninggalnya Dzakwan Rafiandra Syahputra (8) bersama sang ayah M Yusri Syarif (52) dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta Palembang meninggalkan kesedihan di hati orang-orang terdekat, Sabtu (16/4/2022).

Begitupun dengan yang dirasakan teman-teman maupun guru Dzakwan di SDIT Al Hidayah Palembang.

Untuk itu bertempat di halaman sekolah yang terletak di Jalan TPH Sofyan Kenawas Kecamatan Gandus Palembang, para siswa dan guru sengaja menggelar salat ghaib untuk mendoakan Dzakwan dan sang ayah.

"Benar, tadi kami sudah melakukan salat ghaib atau shalat jenazah jarak jauh untuk mendoakan sesama muslim dalam hal ini siswa kami Dzakwan dan ayahnya yang mengalami musibah kecelakaan," ujar Fitriyadi ST, kepala SDIT Al Hidayah Palembang, Senin (18/4/2022).

Selain sebagai wujud belasungkawa, salat ghaib yang digelar juga ditujukan untuk memberi pembelajaran kepada para siswa tentang tata cara salat jenazah dan atau salat ghaib serta pentingnya makna mendoakan antar sesama.

Apalagi bila ada yang mengalami musibah, sudah selayaknya sesama manusia saling mendoakan dalam hal positif.

Seperti yang dialami Dzakwan, siswa sekelasnya yaitu kelas 2 Abu Bakar dan juga kelas 1 Madinah berhimpun dan bersama dengan khusuk melaksanakan salat ghaib tersebut. Merasakan sedih dan kehilangan seorang teman dan sahabat. Untuk diketahui juga bahwa, SDIT Al Hidayah ini memang baru mempunyai 2 rombongan belajar yaitu kelas 1 dan kelas 2 karena baru berjalan tahun kedua sejak berdirinya tahun 2020.

Fitriyadi berujar, meski baru satu bulan mengenyam pendidikan disini, nyatanya Dzakwan adalah anak yang pandai bersosialisasi dengan semua unsur di sekolah mulai dari sesama siswa serta guru.

"Beliau ini baru pindah satu bulan lalu. Pindah dari sekolah Tahfidz di Lampung. Tapi walaupun dia anak baru, anaknya bisa cepat beradaptasi dan membaur dengan teman-temannya di sini, sosialisasinya bagus," ucapnya.

Atas musibah yang menimpa Dzakwan dan ayahnya, pihak sekolah sudah menyampaikan ucapan duka secara langsung ke keluarga siswa mereka tersebut.

"Pastinya kita sangat kehilangan, turut bersedih dan mengucapkan belasungkawa terutama kepada ibunya karena kehilangan suami dan anak sekaligus. Kami sudah melayat dan bersama para guru akan kesana lagi menyampaikan donasi dari teman-teman dzakwan yang kami himpun setelah pelaksanaan salat ghaib tadi" ujarnya.

Baca juga: Suami Tewas, Kondisi Wulandari Korban Pembacokan di Jalintim Palembang-Indralaya

Diberitakan sebelumnya, niat keluarga M Yusri Syarif (52) warga Jalan Tanjung Aur, Komplek Gadang Sejahtera 5 blok H 9 Bukit Baru Palembang untuk merayakan Idul Fitri 1443 H yang tinggal hitungan minggu, kini pupus sudah.

Yusri tewas seketika bersama anaknya, Dzatwan Apriansyah (8) dalam kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta Palembang tepatnya tak jauh dari gedung PDAM Tirta Musi Alang-alang Lebar.

Sedangkan istrinya, Siti Rizkiani (32) berhasil selamat namun harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Diketahui, saat itu Yusri bersama anak dan istrinya, sedang berbonceng tiga dengan sepeda motor untuk membeli baju lebaran.

Baca berita lainnya langsung dari google news

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved