Berita Muratara

Bawa Laras Panjang, Polisi Berseragam Mulai Patroli Malam di Jalinsum Muratara

Polisi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) lebih intensif patroli di malam hari selama bulan Ramadan ini. 

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Polisi berseragam lengkap berpatroli di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu (17/4/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Polisi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) lebih intensif patroli di malam hari selama bulan Ramadan ini. 

Polisi berseragam lengkap itu berpatroli di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah ini. 

"Setiap malam pak polisi itu, wara-wiri, keliling kayaknya, pakaian lengkap, bawa senjatanya itu," ujar Rudi, warga Rupit, Minggu (17/4/2022) malam. 

Di bulan Ramadan ini merupakan momentum dimana umat Islam memperbanyak ibadah tak terkecuali di malam hari.

Namun pada bulan ini juga biasanya anak-anak muda melakukan kegiatan-kegiatan di malam hari bahkan sampai menjelang waktu sahur. 

Baik itu hanya sekedar nongkrong atau melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menggangu masyarakat lainnya.

Mengantisipasi adanya kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, polisi melakukan pencegahan berupa patroli Kamtibmas. 

Sebelumnya, Kapolres Muratara, AKBP Ferly Rosa Putra mengatakan pihaknya memang memaksimalkan polisi berseragam berpatroli sebagai langkah pencegahan kejahatan.

"Kita melakukan kegiatan-kegiatan preventif, dengan hadirnya kita berpatroli, harapan bisa mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas," katanya. 

Menurut dia, tugas Polri dalam mengemban fungsi keamanan adalah berperan aktif dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukumnya.

Baca juga: Penjelasan SPBU Rupit Muratara Soal BBM Jenis Pertalite Sering Kosong

Ferly berharap para anak muda agar kiranya dapat terus menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif saat ngumpul bersama teman-temannya di malam hari.

Ia menghimbau untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat menggangu kenyamanan masyarakat lainnya, seperti balapan liar, tawuran, dan lain-lain.

"Saya rasa masyarakat Muratara ini sekarang sudah jauh berubah ke arah yang lebih baik, tapi ini perlu kita antisipasi, keamanan dan kenyamanan masyarakat paling utama," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved