Berita Internasional
Beredar Video Tank Pasukan Rusia Mundur dari Perbatasan Ukraina, Rusia dan Ukraina Berdamai?
Viral di media sosial video pasukan Rusia mundur dari arah Kyiv. Sejumlah besar BMD dengan bendera Rusia dan VDV terlihat dalam perjalanan dari perbat
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Aggi Suzatri
TRIBUNSUMSEL.COM - Viral di media sosial video pasukan Rusia mundur dari arah Kyiv, Ukraina.
Sejumlah besar BMD dengan bendera Rusia dan VDV terlihat dalam perjalanan dari perbatasan Ukraina ke Rechitsa dan Gomel Belarus.
Video yang diunggah akun instagram @Infokomando.official, terjadi di wilayah Kyiv.
Ukraina melaporkan pasukan Rusia mulai menarik diri dari beberapa lokasi serangan.
"Beberapa pasukan Rusia mundur dari arah Kyiv. Sejumlah besar BMD dengan bendera Rusia dan VDV terlihat hari ini dalam perjalanan dari perbatasan Ukraina ke Rechitsa dan Gomel Belarus di mana mereka dimuat ke platform kereta api. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kemhan Rusia bahwa mereka akan mundur dari Kyiv," tulis keterangan dalam caption @Infokomando.official.
Mengutip The Guardian, ukuran jumlah penarikan pasukan Rusia itu pun belum terlalu jelas.
Kemungkinan pasukan yang ditarik hanya sebagian kecil di perbatasan.
Pejabat negara Barat memperkirakan jumlah tentara yang diterjunkan sebelumnya sebanyak 130 ribu orang atau sekira 60 persen dari tentara darat milik Rusia.
Baca juga: Volodymyr Zelensky Minta Pasukan Rusia Angkat Kaki dari Ukraina, Negosisasi Menuju Perdamaian
Sebelumnya perundingan yang dilakukan Ukraina dan Rusia di Istanbul, Turki menunjukkan hal positif.
Moskow berjanji akan menghentikan aktivitas militer ke Kiev dan Chernihiv.
Dalam pertemuan lanjutan yang digelar, Selasa (29/3/2022), kedua pihak sepakat mulai menyusun perjanjian menuju perdamaian.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Formin mengaku akan menghentikan operasi militer ke arah ibu kota Kiev dan Chernihiv di Utara Ukraina secara fundamental.
Komentar Formin menandakan Rusia mau membatasi invasi besar-besaran ke Ukraina yang diluncurkan sejak 24 Februari lalu.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, pejabat militer Rusia telah megumumkan tahap kedua invasi yang berfokus pada pembebasan kawasan Donbass di timur, dengan kata lain mengurangi atau justru meniadakan operasi militer ke jantung Ukraina.
Komando militer Ukraina sendiri telah mendeteksi penarikan pasukan Rusia di sekitar Kiev dan Chernihiv sebelum perundingan di Istanbul.
"Berdasarkan fakta bahwa negosiasi persiapan kesepakatan tentang netralitas dan status non-nuklir Ukraina, serta tentang penyediaan jaminan keamanan bagi Ukraina, sudah beranjak ke persoalan praktis, mengingat prinsip-prinsip yang dibicarakan selama pertemuan hari ini (di Istanbul)," kata Formin dikutip Associated Press.
"Kementerian Pertahanan Federasi Rusia memutuskan untuk, secara fundamental, seiring waktu, menghentikan aktivitas militer ke arah Kiev dan Chernihiv untuk meningkatkan saling percaya dan membuat kondisi yang diperlukan untuk negosiasi lebih lanjut," sambungnya.
Baca juga: Rusia dan Ukraina Akhirnya Berdamai, Vladimir Putin Akhirnya Dapatkan Wilayah Krimea dan Donbass?
Sementara itu, kepala delegasi Rusia, Vladimir Medinsky menyebut kedua pihak menempuh pembicaraan substansial di Istanbul.
Medinsky menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk mulai menyusun perjanjian untuk kemudian mempertemukan kedua kepala negara.
Namun, detail-detail perjanjian masih perlu dibahas lebih lanjut.
“Apabila perjanjian dikerjakan dengan cepat, kesempatan untuk menghasilkan perdamaian akan semakin dekat,” kata Medinsky.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu selaku salah satu mediator menyebut pertemuan di Istanbul berhasil mencapai progres yang paling berarti dengan delegasi Rusia-Ukraina berbagi konsensus dan saling pengertian.
Apabila Rusia mengejar status netral dan non-nuklir dari Ukraina, Kiev mengupayakan jaminan keamanan yang melibatkan negara-negara anggota NATO.
Baca juga: Sempat Viral Lord Rangga Sunda Empire Soal Perang Ketiga, jadi Kenyataan? Klaim Hubungi Putin
Kendati tidak akan menjadi anggota, Kiev berupaya menyegel jaminan keamanan dari NATO serupa Pasal 5 dalam perjanjian dengan Rusia.
Di lain sisi, nasib Krimea dan Donbass juga belum bisa diketahui.
Kiev menghendaki wilayah yang dianeksasi serta memerdekakan diri dengan dukungan Rusia itu masih menjadi wilayah Ukraina.
Namun, Kremlin diketahui tidak ingin melepas Krimea, Donetsk, ataupun Luhansk.
Ia pun meminta kedua pihak untuk segera menyepakati gencatan senajta demi membuka koridor bantuan kemanusiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tank-pasukan-rusia-mundur-dari-perbatasan-ukraina.jpg)