Reshuffle Kabinet

Isu Reshuffle Kabinet Akhir Maret Menyeruak, PAN Disebut Dapat Jatah Satu Menteri dan Wamen

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi tak membantah soal kabar akan adanya reahuffle kabinet tersebut.

Editor: Weni Wahyuny
YouTube Sekretarian Presiden
Menteri Kabinet Indonesia Maju saat dikenalkan kepada masyarakat, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Kabar Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle kabinet kembali menyeruak.

Bahkan reshuffle tersebut akan dilakukan pada akhir Maret ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekjen DPP PKB Luqman Hakim, kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).

"Kabar-kabar warung kopi infonya akhir Maret ini," katanya.

Menurut Luqman, berdasarkan informasi yang ia terima, Partai Amanat Nasional (PAN) bakal mendapatkan jatah satu kursi menteri dan satu wakil menteri (wamen).

"PAN dapet satu menteri plus satu wamen," ucap Luqman.

Namun, Luqman belum bisa memastikan plot kursi menteri yang akan didapat oleh PAN.

Luqman juga belum mendapatkan informasi lengkap mengenai isu reshuffle ini.

"Tapi belum tahu pastinya kapan dan posisinya apa, masih kabar-kabar sih," ucap Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini.

Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi tak membantah soal kabar akan adanya reahuffle kabinet tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Awiek itu, soal reshuffle merupakan kewenangan dan hak prerogatif Presiden Jokowi.

"Soal reshuffle merupakan hak preogratif dari presiden Jokowi, meski isu reshuffle sudah lama sebenarnya," kata Awiek.

Awiek pun menilai, sangat wajar bila akhirnya partai pimpinan Zulkifli Hasan itu bergabung dengan koalisi pemerintahan.

Namun, hal sebaliknya jika PAN akhirnya tak bergabung dengan koalisi, itu merupakan hak prerogatif Presiden.

"Ya kalau kemudian PAN yang gabung ya wajar saja, namanya koalisi. Kalau pun kemudian PAN enggak jadi masuk kabinet, ya biasa saja karena itu merupakan hak prerogatif presiden sebagai yang memiliki hak prerogatif," ucap Awiek.

Terkait hari reshuffle pada Rabu Pon, Awiek menyebut itu kembali kepada kewenangan Presiden.

Termasuk, soal menteri-menteri yang akan direshuffle oleh Jokowi.

"Apakah kemudian di Rabu Pon atau Rabu yang lain, semuanya ada di Presiden. Termasuk parameter menteri-menteri yang akan di reshuffle semuanya itu ada di Presiden Jokowi," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, membantah dirinya telah bertemu Presiden Joko Widodo untuk membahas reshuffle atau perombakan Kabinet Indonesia Maju.

"Tidak betul," ujar Zulhas, sapaan akrab Zulkifli, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (7/3) lalu.

Wakil ketua MPR itu menegaskan, partainya tidak ikut campur dalam rencana reshuffle kabinet.

Ia mengatakan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden, bukan menjadi domain PAN. "(Reshuffle) menteri sepenuhnya hak presiden, bukan domain PAN," kata Zulhas. (tribun network/yuda/umam/kompas.com)

Baca berita lainnya di Google News

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Perombakan Kabinet Berembus Kembali, PAN Dikabarkan Dapat Jatah Menteri dan Wakil Menteri

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved