Mahasiswa UIN RAFA Terancam DO Massal

BREAKING NEWS: Mahasiswa UIN Raden Fatah Terancam DO Massal Gegara Belum Bayar UKT

Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang terancam DO massal terkait batas waktu pembayaran terakhir uang kuliah tunggal (UKT).

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dikabarkan akan terancam putus kuliah atau drop out (DO) massal terkait adanya batas waktu pembayaran terakhir terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Beredar informasi, batas waktu pembayaran UKT UIN Raden Fatah ini pada 14 Febuari mendatang. Namun sebagaian mahasiswa yang belum membayar dan membayar pada tanggal 23 Januari keatas tidak lagi dapat pemotongan.

Mahasiswa juga mempertanyakan berapa banyak kuota mahasiswa yang mendapatkan dari potongan UKT tersebut.

Saat dikonfirmasi , Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Nyayu Khodijah, MSi mengatakan mereka masih memberikan pemotongan UKT hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Bahkan meski banyak PTKIN dan PTUN tidak memberikan pengurangan UKT dengan alasan sudah mulai PTM, UIN RF semester ini masih memberikan potongan yg sangat besar, hampir Rp 9 miliar," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/2/2022).

Ia mengatakan pengurangan UKT bagi mahasiswa ada mekanisme dan proses yang dilakukan universitas.

Tahapan proses dimulai dari pengumuman pendaftaran, verifikasi di tingkat fakultas yang diberikan wewenang verifikator kepada Wakil Dekan II, dan seterusnya yang memutuskan mahasiswa berhak dan tidak berhak menerima pengurangan UKT berdasarkan hasil rapat pimpinan yang dihadiri oleh Rektor, Para Wakil Rektor, Kepala Biro, Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan.

Kata dia, proses pendaftaran dibuka pada 4-14 januari, Verifikasi 5-15 januari, Rapat Pimpinan tanggal 17 Januari dan SK Rektor 17 Januari.

"Dan tanggal 14 Febuari masa pembayaran UKT berakhir," ungkap dia.

Bahkan di tahun ini mahasiswa yang mendapatkn pengurangan berjumlah 9.602, dari 13 ribuan yang mengajukan.

"Artinya Hampir 75 persen dari yang mengajukan. Dan pengurangan UKT kita ini sudah berlangsung empat semester ini," ungkap dia.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved