Breaking News:

Berita PALI

Terbanyak Warga Talang Ubi, Kasus Demam Berdarah di PALI 2021 Tembus 70 Kasus

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Tahun 2021 menurun dibanding tahun 2020

SRIPOKU/REIGAN
Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI, dr Zamir Alvi menyampaikan kasus kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Kurun waktu dua tahun terakhir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) didominasi remaja belasan tahun. 

Tercatat kasus DBD di Bumi Serepat Serasan Tahun 2021 sebanyak 70 kasus. 

Meski demikian, angka ini menurun dibanding Tahun 2020 yakni mencapai 101 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, dr Zamir Alvi berkata kasus DBD menyasar di semua kecamatan yang ada tersebar ke semua lapisan masyarakat di Bumi Serepat Serasan.

"Usia terbanyak yang terkena DBD dikisaran 5 sampai 14 tahun dan wilayah terbanyak tersebar di kecamatan Talang Ubi," ujar dr Zamir, Rabu (12/1/22).

Meskipun demikian, kata dia, selama tahun 2021 tidak ada terjadi kematian akibat DBD, pasien hanya menjalani perawatan di rumah sakit. 

"Alhamdulillah pada kasus DBD tidak ada terjadi kematian dan kita harapkan tahun 2022 ini kasus DBD juga menurun," harapnya. 

Dalam menekan angka kasus DBD, pihaknya tetap menggerakkan komunitas Jumantik untuk memantau perkembangan jentik nyamuk penyebab DBD. 

"Menekan laju perkembangan nyamuk, kita kerja sama lintas sektor antara puskesmas dengan kelompok lainnya juga tetap jalan, makanya terjadi penurunan kasus jika dibanding dengan tahun sebelumnya," imbuhnya. 

Baca juga: Kaki Keluarga Bergetar Saat Melihat Pelaku Pembunuhan Pasutri Lansia di Pali, Ungkap Satu Keinginan

Menurutnya, faktor lingkungan menjadi sorotan utama, sehingga ia mengajak masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih supaya tidak menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak. 

"Terapkan pola 3M, menguras tempat penampungan air secara rutin, mengubur sampah yang berpotensi menjadi tempat genangan air dan menutup bak penampungan air. Kemudian perhatikan lingkungan sekitar terutama drainase, pastikan aliran air lancar dan jaga pola hidup bersih dan sehat," katanya. (SP/REIGAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved